Menurutnya, alergi disebabkan oleh produksi immunoglobulin E (IgE) dalam tubuh yang kandungannya melebihi batas normal 100 IU/ml serum. Immunoglobin E berfungsi untuk melindungi tubuh. Namun, reaksi alergi muncul karena sistem kekebalan tubuh seseorang keliru merespons kandungan protein dalam makanan yang dianggap sebagai ancaman. “Dan, kemungkinan seseorang terkena alergi jadi lebih besar bila ia memiliki keluarga yang juga menderita alergi,” ujar dr. Mustopo.
Kendati membutuhkan sebuah tes yang akurat untuk mengetahui seseorang mengidap alergi, Anda juga bisa melakukan cara mudah untuk mendiagnosis diri sendiri. Seperti yang dipaparkan oleh dr. Mustopo, yaitu dengan mengonsumsi makanan tersebut selama 4-5 hari berturut-turut, tanpa makan makanan jenis lainnya. Jika tiap kali mengonsumsi makanan tersebut timbul reaksi alergi, maka besar kemungkinan Anda mengalami alergi. Tapi, jika reaksi tersebut timbul secara acak dan tidak intens, dapat dipastikan Anda tidak mengidap alergi pada makanan tersebut. (f)