Pendidikan bagi Alena (28) bukan tentang nilai yang didapat, tapi yang terpenting justru pembentukan karakter tiap anak.
Setelah memiliki anak, Anda vakum menyanyi, ya?
Tidak juga, saya masih menyanyi offair, kok. Tapi, saya memang ingin memberi yang terbaik untuk Neo Kolla Fauza (9), mulai dari ASI eksklusif hingga makanannya. Tidak mudah menyiapkan menu sehat yang berganti-ganti tiap hari. Tahun depan inginnya, sih, merilis single terbaru dan bikin konser. Rencananya Februari, menjelang Imlek, karena akan berisi lagu Mandarin dan Barat. Untuk single, belum tahu kapan waktunya. Semoga bisa tercapai tahun depan.
Sibuk jadi ibu, apa tantangannya?
Sejak Kolla lahir, saya benar-benar harus menentukan prioritas hidup, meski semuanya memang bisa dikerjakan. Dan prioritas saya saat ini adalah mengurus Kolla, bukan lagi karier. Jadi ibu itu tidak mudah, istilahnya harus punya banyak tangan untuk mengerjakan urusan rumah, anak, dan diri sendiri. Saya ingin seperti Mama yang berhasil membesarkan anak-anaknya, namun tetap bisa bekerja.
Anda dekat dengan Mama, ya?
Ceritakan, dong, soal ASA?
ASA (Alena Sahabat Anak) adalah taman belajar yang saya dirikan pada tahun 2010. Awalnya, saya dirikan di sebuah lapangan di daerah Senen sebagai tempat belajar anak-anak jalanan. Tapi, dalam perjalanannya justru anak kampung setempat yang ikutan belajar matematika dan bahasa Inggris. Mereka itu anak-anak kurang mampu. Mereka bersekolah, tapi tidak bisa mengikuti les tambahan. ASA pun berkembang, tidak hanya kelompok belajar matematika dan bahasa Inggris, tapi ada juga kelompok playgroup. Sekarang ASA juga buka kelas di Rawamangun dan Cipinang.
Ada niat untuk berbisnis?
Enggak ada niat berbisnis, ya. Kalau investasi, memang benar, ada beberapa, seperti di bidang properti bersama suami. Tapi, itu rasanya bukan bisnis. Satu hal yang ingin saya wujudkan justru membuat taman kanak-kanak (TK). Karena, sejak kecil saya paling suka kepada anak-anak dan punya cita-cita untuk membuat TK.
FAUNDA LISWIJAYANTI