“Selain trik dan teknik yang harus dipahami, ada proses berdamai dengan rasa sakit yang harus dijalani,“ ujar Marina. Intinya, ada proses untuk lentur dan indah melayang di udara, mulai dari pemahaman tentang anatomi tubuh, teknik pendaratan, kontrol isolasi otot, dan banyak lagi. Pada dasarnya, aerial hoop membutuhkan kekuatan seluruh tubuh.
Marina mengakui, ia pernah beberapa kali cedera karena tidak menyimak instruksi pelatih.
Lamanya latihan yang dibutuhkan seseorang untuk menguasai berbagai trik dan teknik aerial hoop bisa beragam. Tergantung banyak faktor, seperti kekuatan, kelenturan, dan jam terbang. Penting diperhatikan, aerial hoop seperti juga aerial arts pada umumnya akan menempatkan kita di posisi jungkir balik untuk waktu yang lumayan panjang. Ini akan berpengaruh pada tekanan darah dan orientasi keseimbangan.
“Bila kita baru saja menjalani operasi, patah tulang, atau dislokasi sendi, hormati perintah dokter untuk mendukung pemulihannya,” saran Marina. Dengan pemahaman yang baik, cedera pun dapat dihindari. (f)