- Mitos: HIV adalah penyakit mematikan. Fakta: Orang dengan HIV dapat hidup normal dan sehat bila mereka memulai perawatan awal dan melakukannya secara rutin.
- Mitos: Perilaku seksual yang tidak aman atau berisiko apabila dilakukan sekali-sekali tidak akan membawa akibat negatif. Fakta: Hanya membutuhkan waktu satu kali untuk menularkan virus HIV dari orang yang terinfeksi ke orang yang belum terinfeksi.
- Mitos: Saya dapat mengetahui seseorang positif HIV dengan melihat mereka. Fakta: Orang dengan HIV positif yang mengonsumsi obat ARV akan terlihat sehat. Mengikuti tes HIV adalah cara terbaik untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi atau tidak.
- Mitos: Saya takut mengikuti tes HIV, lebih baik tidak tahu status saya. Fakta: Makin cepat mengetahui status dan memulai pengobatan untuk HIV, makin baik pula untuk tetap sehat dan memiliki hidup panjang.
- Mitos: Saya akan menunjukkan gejala apabila saya mengidap HIV. Fakta: HIV bersikap asimtomatik. Orang yang terinfeski HIV mungkin tidak memiliki gejala hingga 10 tahun ke depan, tetapi mereka menyebarkan virus kepada orang lain.
- Mitos: Wanita hamil yang terinfeksi HIV akan selalu menginfeksi bayinya. Fakta: Penularan HIV dari ibu ke anak (penularan vertikal) dapat dihilangkan jika segera dilakukan usaha pencegahan.
- Mitos: HIV/AIDS dapat diobati. Bukan hal besar jika Anda terinfeksi Fakta: Obat hanya untuk mengelola HIV/AIDS, bukan mengobati. Pengobatan saat ini telah mengurangi angka kematian AIDS sebesar 80%. Obat-obatan memiliki efek samping dan harus dikonsumsi tiap hari seumur hidup. Jika terlewat, HIV dapat menciptakan pertahanan terhadap obat yang Anda konsumsi dan obat tersebut berhenti bekerja.
Sumber: www.teman-teman.org