2. Tergantung suasana hati. Keinginan atasan Anda sering berubah-ubah sesuai dengan suasana hatinya? Atasi dengan sering bertanya dan menyimpan pernyataan lisannya (lebih baik via surel) sebagai bukti bahwa ia lupa dengan perkataannya sendiri.
3. Menghilang ketika dibutuhkan. Jika atasan Anda sering ‘kabur’ saat situasi genting atau tak menjawab surel penting selama berhari-hari, coba rancang sebuah rapat besar yang dihadiri oleh hampir seluruh divisi. Tanyakan padanya tentang seluruh rencana kerja ke depan.
4. Terlalu sering curhat. Atasan sering keceplosan tentang rahasia perusahaan yang seharusnya tidak Anda ketahui atau bahkan membeberkan kehidupan pribadinya? Potong saja omongannya secara halus dan sopan tentang pekerjaan, agar ia ingat pada posisinya.
5. ‘Mencuri’ pekerjaan Anda. Meskipun ia atasan Anda, tak ada alasan untuk menoleransi perbuatannya. Beri peringatan dan mintalah pertanggungjawabannya secara baik-baik. (f)
Bagaimana jika Anda ditunjuk sebagai bos sementara? Lakukan persiapan ini dulu!