Celebrity
20 Tahun Kiprah Glenn Fredly

29 Oct 2015

Pada lagu terakhir di konser Menanti Arah yang digelar di Istora Senayan, Sabtu, 17/10, Glenn Fredly (40) tak bisa menahan rasa haru. Beberapa saat ia terdiam dan memejamkan mata menahan air mata, dan membiarkan sekitar 6.000 penonton menyanyikan bait-bait lagu Kasih Putih.

    Seperti Glenn bilang, ini bukan sekadar konser pop. Ini konser yang melengkapi dan merayakan 20 tahun kiprahnya berkarya di blantika musik tanah air. Namun, lebih dari itu, ia ingin memberi energi positif di tengah suasana yang tidak menyenangkan di tanah air, dari soal kekerasan yang terjadi di mana-mana, kebakaran hutan, korupsi, dan sebagainya. Panggung berbentuk lingkaran sengaja dibuat tak sekadar agar ia bisa melihat dan dilihat penonton dari sisi mana pun, tapi juga agar penonton bisa saling melihat. Ide ini lahir dari keprihatinannya pada masyarakat yang kian saling tak peduli dan sibuk dengan urusan masing-masing. “Yang pasti saya persembahkan konser ini untuk kemajuan musik Indonesia,” ujarnya.

    Konser yang dimulai tepat pulul 20:20 itu diawali dengan potongan-potongan video musik musikus tahun ‘90-an, era yang menurut Glenn kreativitas musikus begitu tinggi meski memiliki banyak keterbatasan. Ia memang ‘lahir’ di era itu. Glenn yang muncul di panggung sambil menggowes sepeda BMX langsung mengajak penonton menyanyikan My Everything, yang jadi original soundtrack film Cinta Silver pada tahun 2005. Selanjutnya penonton diajak karaoke bareng dalam lagu-lagu galau dan romantis seperti Jujur, Tega, Malaikat Juga Tahu, Januari, dan berjoget sambil menikmati lagu Happy Sunday, Cukup Sudah, Ambon Manise, dan Hikayat Cinta. Kejutan manis terasa saat Glenn bernostalgia dengan band pertamnya, Funk Section, dalam lagu Pantai Cinta dan Terpesona, yang dibawakan dalam aransemen asli bersama anggota band, antara lain  Mus Mujiono (gitar), Ekka Bakti (Keyboards), dan Iwang Noorsaid (drum).

Kejutan muncul saat Tio Pakusadewo dan Julie Estelle hadir membawakan lagu Nyali Terkhir sambil memainkan harmonika dan piano. Lagu ini akan menghiasi film yang diproduseri Glenn, Surat dari Praha. Lewat lagu Menanti Arah, Glenn menyuarakan kegelisahannya akan kondisi politik di Indonesia dan mengajak semua penonton untuk menyerukan cinta dan persatuan.

Advertisement
Bagi Glenn dan tim, tak mudah memilih di antara puluhan lagu hits yang pernah ia nyanyikan sejak tahun 1995 dalam konser selama hampir tiga jam.  “Kami harus tega memilihi lagu, sebagian memang kami pilih untuk bisa dinyanyikan bersama, sebagian memang sengaja hanya bisa dinikmati penonton,“ ungkapnya.

Secara hati-hati ia menentukan lagu mana yang diaransemen ulang dan mana yang dibawakan dengan aransemen asli.  Kepiawaian Glenn di panggung dan menguasai penonton menunjukkan pengalamannya. Energik, tidak membosankan. Glenn sendiri bergerak terus selama hampir tiga jam, sambil menyanyi, bercakap-cakap, serta sesekali memainkan gitar dan piano, jelas bukan perkara yang mudah.

Persiapan fisik berbulan-bulan membuat stamina dan suara Glenn terjaga stabil di atas panggung. “Energi dari penonton yang membuat panggung terasa menyenangkan, seperti taman bermain,” ujar Glenn, tersenyum. Konser malam itu memang sangat spesial bagi Glenn, sehingga jauh-jauh hari ia dan tim mempersiapkan untuk merekamnya untuk kemudian dikemas dalam bentuk DVD live concert. (f)

Nuri Fajriati




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?