Secara alamiah, baik pria maupun wanita sama-sama memerlukan afterplay. Sama halnya dengan hidangan penutup yang berguna untuk menetralisasi berbagai rasa ‘tajam’ dari menu utama, peran afterplay kurang lebih sama, yakni untuk menetralisasi perubahan kimiawi yang terjadi di dalam tubuh usai bercinta.
“Sebaiknya afterplay jangan dilewatkan, sebab keintiman yang terbentuk di saat tubuh merasa nyaman ini bisa meyakinkan Anda dan pasangan akan kuatnya ikatan emosional yang dimiliki. Selain itu, kepuasan yang terbentuk juga bersifat jangka panjang, berguna dalam membangun hubungan selanjutnya di kehidupan sehari-hari,” jelas Prof. Wimpie.
Prof. Wimpie juga mengatakan bahwa kepuasan afterplay berbeda dengan orgasme. Kepuasan orgasme memang dahsyat, namun usianya lebih pendek. Kepuasan orgasme juga bisa didapat hanya dengan masturbasi. (f)