Trending Topic
‘Dihambat’ Negara?

28 Apr 2014


Lugina Setyawati, sosiolog dari Universitas Indonesia menyayangkan kapasitas dan kompetensi wanita saat ini tidak didukung oleh negara yang tidak memiliki security services untuk warganya. Ketika wanita yang sudah berkeluarga ini telah bersekolah tinggi, perlu aspirasi dan berkarier lebih tinggi, sementara ada anak yang harus juga mendapat perlindungan dan perhatian yang sama, negara tidak bisa menjaminnya.

Berbeda dengan kondisi di luar negeri, fasilitas day care tersedia banyak, dengan biaya yang jelas dan menyesuaikan dengan kondisi orang tua. Misalnya, jika salah satu orang tua kuliah, sementara yang lain bekerja, maka biaya jasa penitipan anak akan berbeda dengan jika kedua orang tuanya bekerja. Sementara di Indonesia, kita sendirilah yang jungkir balik mencari asisten rumah tangga (ART) atau pengasuh.  Dan, seperti lagu lama yang terus berulang, tidak semua orang beruntung mendapat ART yang selalu bisa diandalkan. Begitu ada masalah dengan ART,  dengan mudah membuat wanita tidak fokus bekerja. 

“Saya harus bilang, kondisi wanita Indonesia masih berat. Ketika dia punya aspirasi, nilai berubah, tetapi negara tidak punya mekanisme supporting system. Logikanya, jika kedua orang tua bekerja, harusnya ada pihak yang membantu mekanisme itu. Di sinilah peran negara,” tegas Lugina.
Advertisement

Begitu wanita berkarier, negara harus melihat itu sebagai salah satu bentuk tanggung jawab yang harus dilakukan oleh negara.  Apalagi pemerintah sudah mencanangkan wajib belajar 9 tahun, prestasi wanita juga sudah berada di tingkat nasional dan internasional, tetapi negara sepertinya masih diam saja. “Kondisi ini menjelaskan bahwa wanita sudah berubah aspirasinya, apakah negara juga mau berubah untuk mengakomodasi dan menyesuaikan dengan wanita yang juga sudah menikah ini?” ungkap Lugina. 

Lugina berharap negara membangun supporting service system yang dapat membantu wanita mengatasi kekhawatirannya dalam urusan anak, sehingga mereka bisa lebih fokus untuk aktualisasi diri mereka. “Tidak semua lapisan masyarakat bisa membayar pengasuh atau domestic helper dengan harga yang tidak murah. Selama hal ini belum teratasi, maka akan terus terjadi konflik.”




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?