Misalnya saja, dibandingkan menghabiskan waktunya untuk stripping sinetron, ia memilih berkonsentrasi penuh di dunia presenting, yang menurutnya, waktunya jauh lebih teratur dan fleksibel. “Saya memang tidak tertarik dengan sinetron karena sistem kerjanya yang cukup panjang. Berbeda dengan presenting, yang biasanya hanya beberapa jam dan waktunya bisa diatur,” jelasnya.
Prinsipnya, di antara aktivitas sepanjang hari, tubuhnya butuh istirahat yang cukup. Hal ini sudah tertanam dalam dirinya sejak ia menjadi atlet renang semasa kecil hingga remaja. Selain latihan yang cukup, untuk menjaga stamina Disti harus beristirahat dan tidur setidaknya 7 jam sehari.
Nyatanya, kebiasaan yang ia lakoni secara teratur selama 10 tahun menjadi atlet terus terbawa hingga kini. “Kalau istirahatnya kurang, terasa sekali tubuh jadi lemas dan stamina menurun,” katanya.
Sebagai mantan atlet, ia memang tertarik pada olahraga. Tak heran jika kemudian ia lebih tertarik mengikuti casting untuk presenter acara olahraga. “Buat saya, pertama yang harus saya coba tentu saja apa yang saya suka. Pada dasarnya saya suka pada olahraga. Jadi, bukan karena kebetulan jadi sportscaster lantas saya suka olahraga,” ungkap presenter acara Sport7 malam ini.
Meski mengaku lebih malas, Disti tak ingin terjebak. Untunglah, tubuhnya yang sudah terbiasa berolahraga sering kali mengirim alarm, seakan menuntut sang pemilik tubuh untuk rajin berolahraga. Kalau sudah begini, biasanya Disti lebih memilih jogging di kompleks rumah bersama suami dan anaknya. “Saya penyuka olahraga yang individual, karena bisa dikerjakan sendiri, tidak perlu tergantung orang lain,” jelasnya.
Tapi, penyuka olahraga outdoor ini mengaku tak begitu tertarik berolahraga di gym. Biasanya, ia pergi ke gym jika memang ada target yang ingin ia capai. Misalnya, saat baru melahirkan anak kedua. Untuk mengembalikan bentuk tubuhnya dan membuat tubuhnya tetap fit, Disti sengaja mengikuti program latihan rutin di gym.
Disti merasa cukup nyaman dengan pola olahraga yang ia terapkan sepanjang hidupnya. Baginya, tubuh tak perlu diforsir untuk bekerja keras. Ada saatnya ia harus diistirahatkan untuk mengembalikan stamina dan kebugaran.
Faunda Liswijayanti
Foto: Dok. Femina