Kisah Inspiratif Penyintas Kanker Payudara: Inge Tumiwa-Bachrens, Ajak Masyarakat Makan Sehat
29 Oct 2016
Pada tahun 2013, dokter kembali menemukan benjolan yang berpotensi kanker pada payudara kiri Inge. Saat itu, ia merasa sangat marah. “
Masa lagi? Sampai kapan? Saya tanya begitu kepada diri sendiri,” ujarnya.
Tidak ingin keluarga merasakan kesedihan yang ia rasakan saat kehilangan ayah dan kakaknya, Inge bertekad untuk mengubah gaya hidupnya, terutama menjalankan pola makan sehat dan berhenti merokok.
“Saya belajar dari buku
Eating Clean for Dummies (karya
Dr. Jonathan Wright, MD., dan
Linda Larsen, BS., BA.) dan mulai mengonsumsi makanan paling alami dan tidak banyak diproses. Saya minum jus sayuran segar, berhenti makan
junk food dan makanan yang digoreng,” ungkapnya.
Upayanya berbuah manis, karena 1,5 bulan kemudian, ketika dokter melakukan USG untuk persiapan operasi payudara, ternyata benjolan yang dicurigai ganas itu sudah hilang.
Pengalaman itu selalu ia tuliskan di
blog projecteatingclean.com agar makin banyak orang menyadari ancaman kanker sekaligus bisa mempraktikkan pola makan sehat.
Baca juga:
Tulisan-tulisan itulah yang kemudian disusun dalam buku berjudul
Eating Clean. Buku setebal 176 halaman itu memuat 20 langkah makan sehat, termasuk cara memilih bahan makanan sehat serta resep sehat sederhana seperti jus sayuran, nasi bumbu tanpa digoreng, kentang kukus, dan kembang kol tumbuk.
“Tip dan resepnya harus sederhana, bahannya harus gampang dibeli agar makin banyak orang bisa hidup lebih sehat,” kata ibu dari
Gyasi,
Daniella, Tatjana, dan
Desailly ini.
Komunitas orang tua di sekolah juga menjadi tempat berbagi kisah tentang pola makan sehat untuk Inge. Ia berharap, anak-anak bisa punya hubungan yang baik dengan makanan yang masuk ke tubuh mereka sejak dini, bukan asal kenyang.
“Nah, wawasan itu saya berikan lewat orang tua mereka karena anak-anak biasanya masih lebih
nrimo pada makanan yang diberikan orang tuanya.”
Baginya, hidup ibarat buku yang penuh dengan bab. Tiap bab memberikan tantangan dan kenangan masing-masing. Satu yang pasti, tiap buku selalu punya akhir. Sebelum buku kehidupannya berakhir, Inge ingin mengisinya dengan banyak hal bermanfaat untuk dirinya, keluarga, dan masyarakat.
(f)