Foto: Dok. Pribadi
Lewat sambungan telepon, wanita yang akrab disapa Chika ini mengisahkan kepada femina bahwa pada 17 Maret 2020, ia mulai demam tinggi dan pusing yang tidak karuan, disertai batuk kering kadang berdahak selama empat hari hingga 21 Maret 2020. Sebelumnya, pada 14 Maret 2020 ibunya sudah merasakan gejala seperti demam, meriang, sakit kepala yang hebat, dan diare.
“Sampai 21 Maret, saya masih belum menyadari kalau itu gejala COVID-19. Karena saya dan keluarga tidak ada yang berasal atau melakukan perjalanan dari luar Makassar sebelumnya,” katanya.
Walau sudah minum vitamin untuk meningkatkan stamina tubuh, gejala justru semakin memburuk. Chika mulai merasakan gangguan penciuman dan tidak bisa merasakan makanan. Setelah berkomunikasi dengan rekannya seorang dokter lewat telepon, ia, ibu, dan ayahnya yang sudah mulai merasa lemas memutuskan untuk datang ke rumah sakit Stella Maris, Makassar untuk melakukan foto thorax pada 25 Maret 2020.
Sehari setelah menjalani rawat inap, Chika dan sang ibu menjalani swab test. Pada tanggal 30 Maret 2020, hasil swab test menyatakan keduanya positif COVID-19. Khawatir telah terpapar virus, pada 2 April 2020, giliran sang ayah yang menjalani swab test. “Hasilnya, ayah dinyatakan negatif, padahal ia menderita diabetes, hipertensi, dan pernah stroke, kondisi kesehatan yang bisa saja memperburuk kesehatan bila terjangkit COVID-19,” ungkapnya.
Selama di rumah sakit, pemilik sekolah modeling Runway by Chika Mailoa dan kedua orang tuanya ini dirawat di gedung khusus. Mereka bertiga ditempatkan di dalam ruangan yang sama. Chika mengungkapkan bahwa ia tertular COVID-19 dari ibunya, sementara sang ibu terjangkit virus ini dari jemaat satu gereja yang baru pulang dari Palu, Sulawesi Tengah. Belakangan diketahui bahwa jemaat tersebut meninggal dunia karena COVID-19.
Baca halaman selanjutnya
Topic
#corona, #covid19