Kelas dibuka dengan berbagi pengalaman bagamaina menjadi model, yang ternyata memang banyak macamnya.
Jika para finalis berminat menjadi model, mereka harus memilih mereka ingin menjadi model yang seperti apa. Lalu, mereka bisa belajar autodidak atau ke kelas modeling, membangun portofolio, dan ikut agensi agar bisa membuka lebih banyak kesempatan ikut audisi.
Wita juga membagikan wawasan mendalam kepada para finalis tentang dunia modeling dan siapa saja yang bekerja di balik layar. Wawasan ini jelas menjadi bekal penting mengingat Alumni Wajah Femina nantinya akan banyak bergerak di dunia hiburan, terutama di bidang modeling.
Uniknya, ada materi What's In My Bag agar para finalis memiliki bayangan barang apa saja yang perlu dibawa saat menjadi model nanti. Wita juga membeberkan dos and don'ts barang yang harus dibawa saat akan melakukan photoshoot atau berjalan di runway.
Ada beberapa tip dari Advina dan Wita agar seseorang bisa memiliki karier panjang di dunia modeling. Menurut Wita, attitude yang baik dan melakukan riset sebelum show adalah hal sangat krusial. Selain itu, menjaga kesehatan, kecantikan fisik, dan kebersihan juga tidak boleh dilewatkan.
“Memang, sih, mungkin kita introver, tapi di dunia kerja kita harus belajar menyapa dan menjadi pribadi yang ramah. Meskipun mereka senior, tidak apa, be nice aja,” ujar Wita.
Untuk persiapan malam final, para finalis juga dibekali materi bagaimana etika kerja saat photoshoot atau show. Salah satunya adalah tidak complain atau memilih baju yang diberikan oleh desainer. Lalu, jangan lupa untuk bertanggung jawab terhadap barang yang dipakai saat bekerja.
“Yang pasti makan makanan sehat, lalu minum vitamin, olahraga santai, dan minum air putih. Karena model mungkin saja bekerja dari pukul 06.00 pagi sampai pukul 08.00 malam di ruangan AC, jadi kulit kita gampang kering, gampang dehidrasi,” kata Wita.
Advina dan Wita juga menjelaskan bagaimana perbedaan jalan di panggung sebagai model dan peserta beauty pageant.
Advina menjelaskan, saat fashion show, model menunjukkan apa yang desainer gunakan. “Berbeda dengan beauty pageant yang lebih menonjolkan persona kita,” kata Advina.
Tidak tanggung-tanggung, Advina dan Wita pun mempraktikkann perbedaan tersebut di depan para finalis.
Materi sudah rampung, saatnya beraksi! Di sesi praktik, Advina dan Wita mengajak para finalis berlatih menunjukkan beragam ekspresi, mulai dari senyum mata yang menawan, tatapan fierce yang kuat, hingga pose cool yang berkelas.
Para finalis benar-benar serius mengikuti semua arahan dari Wita dan Advina. Tidak semua Finalis Wajah Femina 2025 berpengalaman di dunia modeling, namun mereka cepat tanggap dan bisa mengikuti arahan Wita dan Advina dengan baik.
Dukungan dari Indonesia Kaya, ghd Indonesia, dan Garmin Indonesia pada penyelenggaraan Wajah Femina 2025 kali ini juga menjadi bagian penting dalam upaya menginspirasi perempuan Indonesia agar terus berkembang dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Kita lihat hasil kelas ini di malam final nanti! (f)
Ghina Athaya
Topic
#ModelingClass, #WajahFemina2025, #BerdayaBergayaBerbudaya