Trending Topic
Wajarkah Mengagumi Sesama Wanita?

8 Jun 2016


Foto: Fotosearch

Nggak cuma cowok aja yang bisa naksir cewek cantik. Kita sebagai cewek pun suka merasa tertarik kalau melihat cewek cantik. Belum lagi, saat melihat cewek yang kecowok-cowokan dan terlihat keren banget, bisa bikin kita melirik. Duh, memangnya normal, yah, cewek naksir cewek?
 
“Umumnya kita menyukai cewek didasari oleh perasaan kagum. Kita merasa kagum pada apa yang dimiliki cewek tersebut—kecantikan misalnya, dan jadi mengidolakannya. Kenyataannya, memang banyak cewek yang terlihat sangat cantik sehingga bukan hanya cowok saja yang mengaguminya,” jelas psikolog Leonita Andriani S.Psi.
 
Umumnya, tindakan kita selanjutnya adalah sampai pada keinginan ingin menjadi seperti cewek tersebut. Misalnya, meniru gayanya agar tampil menyerupainya. Jadi kekaguman itu lebih diarahkan pada kekaguman yang terlihat dari luar semata.
 
Selain itu, ada banyak alasan lain yang membuat seseorang dikagumi. Kepandaian atau prestasi seseorang juga bisa menjadi pemicu kita mengidolakan seseorang. Subjek yang dikagumi nggak selalu harus artis atau selebritas, bisa juga sahabat, orangtua, atau kenalan, kok.
 
Rasa suka ini masih dikategorikan wajar jika masuk dalam kategori kagum yang memberikan dampak positif. Misalnya, kita termotivasi untuk berprestasi seperti idola kita atau memperhatikan tubuh kita agar tetap menarik. Proses meniru yang dilakukan tidak serta merta habis-habisan—sampai operasi plastic segala, melainkan kita tetap menjadi diri sendiri dengan ciri khas sendiri.
Advertisement
 
Sayangnya, segala sesuatu yang berlebih akibatnya tidak selalu baik. Demikian halnya dengan rasa suka. Dalam kasus yang ekstrim memang ada orang yang operasi plastic agar bentuk muka atau badannya mirip dengan cewek yang diidolakan.
 
“Nah, kasus seperti ini dapat dikatakan sebagai kekaguman yang tidak wajar karena dapat merusak diri sendiri dan akhirnya, berefek negatif terhadap dirinya.
 
Fenomena ini dapat menjurus pada perilaku homoseksual? Menurut Nita, sih, tergantung pada pribadi masing-masing memaknai stimulus yang diterimanya.
 
“Pengertian homoseksual itu biasanya lebih mengacu kepada orientasi seksual seseorang. Kalau homoseksual, kan, perilaku seksualnya lebih mengacu kepada sesama jenis (sama-sama perempuan), sedangkan kekaguman belum tentu diiringi rasa cinta (love) atau nafsu (lust). Intinya, nggak semua cewek yang kagum sama cewek lain akan melakukan perilaku homoseksual,” kata Nita.
 
Kita sendiri, bagaimana, nih, memaknai rasa kagum kita? Diiringi dengan dorongan seksual kepada sesame jenis atau tidak. Kalau rasa tertarik kita nggak sampai ingin jadi pacarnya, bararti nggak perlu khawatir! (f)
 
Nelly


Topic

#pengembangandiri

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?