Foto: Fotosearch
“Ide kami saat membangun Kita Bisa sebenarnya sangat sederhana, yaitu memfasilitasi orang menggalang donasi untuk membantu orang-orang terdekat mereka dan kegiatan sosial lainnya,” jelasnya, saat menjadi pembicara dalam DBS Foundation Social Enterprise Summit 2016 di Singapura, pertengahan Juni lalu.
Timi adalah satu dari 200 peserta dari beberapa negara di Asia, sebagian besar pelaku wirausaha sosial, inkubator, dan para pembangun kapasitas, yang hadir dalam Social Enterprise Summit bertema Hard Truths & Honest Conversations: Towards Real Impact. Mereka mendiskusikan realitas dan tantangan saat menjalankan wirausaha sosial, termasuk bagian pendanaan, operasional, dan manajemen.
“Wirausaha sosial, secara hakiki adalah organisasi dengan tujuan komersial yang memiliki misi sosial, dan membutuhkan pendanaan untuk bertumbuh,” kata Patsian Low, Head of DBS Foundation, Juni lalu. Sementara masih belum banyak investor yang memahami model bisnis ini. “Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pebisnis sosial.”
“Justru ini yang membedakan kewirausahaan sosial dan kegiatan sosial lain,” kata Timi. Menurutnya, tiap pendanaan yang diterima wirausaha sosial dari investor selalu memiliki tolok ukur keberhasilan yang harus dipertanggungjawabkan. Karenanya, memiliki manajemen dan sistem operasional yang baik adalah keharusan bagi wirausaha sosial. “Sebab, dana yang kita terima dari investor bukanlah hibah yang tak perlu dipertanggungjawabkan.”
Berdasarkan catatan World Bank 2016, pertumbuhan kewirausahaan sosial di Asia masih sekitar 12% per tahun. Masih kalah dari Afrika yang sudah mencapai angka 60% per tahun. Menurut World Bank, ada 14 gerakan wirausaha sosial dalam tiap satu juta masyarakat miskin di Indonesia. Jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan Thailand, yang dalam satu juta masyarakat miskinnya terdapat 57 gerakan wirausaha sosial.
Pertumbuhan kewirausahaan sosial di Indonesia ini diharapkan masih akan terus tumbuh seiring dengan mulai dibahasnya Rancangan Undang-Undang Kewirausahaan Sosial di DPR, sejak Maret 2016 lalu.(f)