Foto: Dhany Indrianto
“Sebagai wanita, kita harus menunjukkan hasil yang lebih daripada pria. Karena jika kemampuannya sama, maka yang dipilih pasti pria,” tuturnya membukakan kenyataan bahwa diskriminasi gender masih banyak terjadi di dunia kerja. “Wanita itu bisa juggling (dalam mengurus rumah tangga dan bekerja) dan multitasking. Ini adalah kekuatan seorang wanita,” ujarnya dalam acara Power Lunch yang difasilitasi oleh Ernst & Young (EY) Indonesia tersebut.
Lebih jauh, Sri Mulyani memberikan tip. “Jika ingin menonjol sebagai minoritas, maka wanita harus menunjukkan keunikan dirinya tersebut. Wanita dikaruniai sifat nurturing yang membuatnya bisa lebih memahami, mendengarkan, maupun berempati lebih. Ini adalah set value dalam leadership yang membuat posisi wanita bisa unggul di atas pria. Karena itu, manfaatkanlah sebaik mungkin nilai-nilai feminisme dalam kepemimpinan Anda,” katanya.
Sebagai tambahan, Sri Mulyani juga mengingatkan untuk tidak pernah takut berbagi. “Semakin banyak memberi, maka percaya tidak percaya, itu akan kembali bahkan lebih banyak dari yang Anda bagikan,” katanya mengutip pesan dari sang ibunda. Berbagi tidak hanya berupa materi, tetapi juga ilmu, dukungan, dan bahkan cinta kasih untuk sesama.
Foto: Dhany Indrianto
Ada tiga kriteria acuan yang dilihat, yaitu branding performance (public recognition), longevity & Innovation (sustainability dan adaptability towards changing demands), dan impact (lingkungan, sosial, bisnis dan untuk generasi mendatang).
Baca Juga:
Saat Anggun, Najwa Shihab, Silvia Halim, dan Devi Asmarani Bilang #SiapaBilangGakBisa
Khofifah Indar Parawansa Ajak Wanita Tak Ragu Berkarier di Bidang Politik Dalam Opening Dinner IWF 2018
IWF2018: Tantangan Wanita Karier Di Era Disrupsi Digital
Topic
#iwf2018, #indonesianwomensforum18, #sri mulyani