Trending Topic
Seni Mencatat Perasaan

21 Feb 2016


Mencurahkan perasaan lewat tulisan di buku harian maupun di blog merupakan salah satu sarana pengusir stres. Tapi  ternyata, manfaatnya kurang maksimal jika Anda asal saja menuliskannya. Sonja Lyubomirsky, psikolog dari University of California, Amerika Serikat, punya resep menulis agar hormon kortisol ‘segan’ mendekati Anda:

Berani bahagia. Seburuk apa pun hari Anda, dorong diri Anda untuk selalu bersyukur. Deretan kata-kata positif yang Anda tulis secara jujur akan terasa lebih bermakna dan memotivasi diri.

Lebih detail. Jangan buang waktu dan tenaga Anda untuk menuliskan perasaan secara panjang lebar. Fokuskan pada hal-hal yang perlu Anda syukuri.
Advertisement

Bersiap untuk kejutan. Surprise! Jangan lupa untuk mencatat kejadian-kejadian di luar ekspektasi yang menghampiri Anda. Kejutan sering kali memercikkan perasaan baru dan membuat hidup Anda lebih berwarna.          

Bukan rutinitas. Siapa bilang sering mencurahkan perasaan akan membuat Anda lebih bahagia? Riset yang dilakukan Sonja mengungkap bahwa orang yang mencatat perasaannya sebanyak 1 kali seminggu selama 6 minggu justru merasa lebih bahagia dibandingkan yang mencatat perasaannya lebih dari 3 kali seminggu.
 
(Sumber: Greater Good Berkeley, 2016) 
 


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?