Foto: People Magazine
Buku ini sebenarnya merupakan naskah dari drama teater berjudul sama, yang ditulis oleh Jack Thorne, J.K Rowling, dan John Tiffany. Pertunjukan teater tersebut menceritakan tentang Harry Potter yang kini bekerja sebagai Menteri Sihir (Minister of Magic) dan putranya, Albus Severus Potter. Latar belakang ceritanya terjadi 19 tahun setelah kisah Harry Potter and the Deathly Hallows.
Fans sangat antusias menyambut buku ini. Mereka rela menunggu hingga tengah malam demi menjadi orang pertama yang memperoleh buku tersebut. Di toko buku terkenal Strand Book, yang berlokasi di Manhattan, misalnya. Seperti dilansir dari People.com, sambil mengantri, ada beberapa fans yang berkostum ala pelajar dari Ravenclaw, salah satu asrama pada kisah Harry Potter.
Foto: Isaac Fitzgerald
Terkait tentang pertunjukan teater #CursedChild, Wali Kota London, Sadiq Khan, posting pendapatnya di akun Twitter @SadiqKhan pada tanggal 30 Juli lalu.
“Fantastic to have the premiere of @HPPlayLDN here in the heart of our city w @jk_rowling. #LondonisOpen #CursedChild."
Pertunjukan teater Harry Potter and the Cursed Child sendiri berlangsung sejak 30 Juli lalu setiap hari Rabu – Minggu di London. Pengunjung bisa menyaksikan dua bagian dari pertunjukan ini, yaitu part 1 di siang hari dan part 2 di malam hari. Harga tiket tiap part berkisar antara 15-70 poundsterling atau sekitar Rp250ribu-Rp1,2 juta. Tertarik menonton? (f)
Topic
#harrypotter