Foto: Pixabay
Hari ini, Rabu (16/12/2020) Presiden Joko Widodo membuat pernyataan resmi akan menggratiskan vaksin COVID-19 kepada seluruh masyarakat Indonesia. Ini merupakan perkembangan terbaru, setelah Senin (14/12/2020) lalu dalam live talkshow bertema “Kapan Kita Divaksin? Apa Hak dan Kewajiban Kita Sebagai Masyarakat?” yang berlangsung di Facebook Femina Media, salahs atu pembicara, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan RI dan Juru Bicara Pemerintah untuk Program Vaksinasi COVID-19 mengungkapkan tentang rencana pemberian vaksin yang dilakukan pemerintah dengan dua mekanisme yaitu vaksin gratis dan vaksin mandiri berbayar.
Dalam pidatonya hari ini, Jokowi menyebutkan setelah mendapatkan banyak masukan dari masyarakat dan setelah melakukan kalkulasi ulang, melakukan perhitungan ulang mengenai keuangan negara, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak mendapatkan vaksin secara gratis.
"Saya sampaikan bahwa vaksin COVID-19 untuk masyarakat adalah gratis, sekali lagi gratis, tidak dikenakan biaya sama sekali," kata Presiden dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Presiden juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran kabinet, kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk memprioritaskan program vaksinasi pada tahun anggaran 2021.
Kepada Menteri Keuangan, presiden meminta untuk memprioritaskan dan merelokasi dari anggaran lain terkait ketersediaan dan vaksinasi secara gratis ini sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak mendapatkan vaksin.
Presiden juga mengatakan bahwa ia akan menjadi orang pertama yang akan divaksin, untuk memberikan keyakinan kepada publik tentang keamanan vaksin COVID-19 yang sudah dipesan pemerintah Indonesia.
Jika sasaran pemerintah untuk vaksin gratis ini hanya 107 juta yang mewakili 67% penduduk Indonesia maka menurut hitungan kontan.co.id Menkeu harus menyiapkan dana Rp 22,86 triliun. Sementara vaksin COVID-19 membutuhkan dua kali suntikan sehingga akan membutuhkan anggaran mencapai Rp 45,2 triliun.
Sementara itu, Menteri Ristek Bambang Brojonegoro dalam Business Talk Kontan-Kompas TV, Selasa malam (15/12) menyatakan, herd immunity juga sangat tergantung dari efektivitas vaksin. "Jika vaksin ternyata hanya memiliki efektivitas menciptakan imun 60% maka harus lebih banyak yang divaksin," ujar Bambang.
Meskipun ada vaksin, Jokowi tetap meminta masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan. Data terakhir pada 15 Desember 2020 menyebutkan adanya tambahan 6.120 kasus harian positif COVID-19 di Indonesia dengan angka total 629.429.
"Terakhir, saya ingatkan agar masyarakat terus berdisiplin menjalankan 3M, menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan untuk kebaikan kita semuanya," tutup Jokowi. (f)
Baca Juga:
Mengenal 6 Vaksin COVID-19 yang Akan Dipakai Indonesia
Update COVID-19: 1,2 Juta Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia
Update Covid-19: Persiapan Program Vaksinasi Covid-19 di Indonesia
Faunda Liswijayanti
Topic
#ingatpesanibu, #3m, #corona, #covid19, #vaksin