Dalam pidato pertamanya sebagai presiden terpilih pada Pilpres 2019 di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Minggu (14/7/2019) malam, Joko Widodo menyebut lima tahapan besar yang akan dilakukannya bersama wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin untuk membuat Indonesia lebih produktif, berdaya saing, dan fleksibilitas menghadapi perubahan dunia.
Salah satu yang ia tegaskan adalah soal pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas pembangunan. "Pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan. Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia yang unggul ke depan. Itu yang harus dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu, atau kematian bayi meningkat. Tugas besar kita di situ!"
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan setiap 5 – 6 tahun sekali oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) Kementerian Kesehatan RI dengan kerangka sampel yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), menemukan beberapa fakta soal stunting, kematian ibu, dan kematian bayi.
Riskesdas 2018 yang dilakukan menunjukan adanya perbaikan pada status gizi balita di Indonesia menunjukkan, proporsi stunting atau balita pendek karena kurang gizi kronik turun dari 37,2% (riskesdas 2013), menjadi 30,8% pada riskesdas 2018.
Stunting adalah kondisi kekurangan asupan gizi secara kronis (dalam waktu cukup lama) akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi, sejak janin masih dalam kandungan. Dampaknya baru akan terlihat pada saat anak berusia dua tahun (fase emas pertumbuhan terlewatkan). Stunting akan berdampak pada terhambatnya perkembangan otak dan fisik, anak-anak menjadi rentan terhadap penyakit, rentan terkena penyakit tidak menular, berpostur kurang tinggi, bahkan berdampak pula pada kognitif anak sehingga sulit berprestasi. Hal ini tentu akan sangat mempengaruhi daya saing generasi bangsa Indonesia di masa depan.
Sementara menurut laporan Kementerian Kesehatan RI, jumlah kematian ibu dan bayi di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan selama beberapa tahun terakhir. Penurunan jumlah absolut kematian ibu dari 4.999 Ibu (tahun 2015) menjadi 4.295 Ibu (tahun 2017). Penurunan jumlah absolut kematian bayi dari 33.278 bayi (tahun 2015) menjadi 27.875 bayi (tahun 2017) di seluruh Indonesia.
Namun masih banyak yang harus diperbaiki. Dalam ASEAN Statistical Report, Millennium Development Goals (MDGs Asean) 2017, menunjukkan angka kematian ibu di Indonesia masih di atas rata-rata angka kematian ibu di negara-negara ASEAN yaitu sebesar 197 per 100 ribu kelahiran hidup, menjadikan Indonesia terbesar kedua di kawasan Asia Tenggara setelah Laos.
Upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi ini terus diupayakan oleh seluruh jajaran kesehatan, untuk mengurangi angka kematian ibu (AKI) hingga di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup. Selain itu, upaya mengakhiri kematian bayi dan Balita yang dapat dicegah, dengan menurunkan angka kematian neonatal hingga 12 per 1000 kelahiran hidup dan angka kematian Balita hingga 25 per 1000 kelahiran hidup.
Kembali ke pidato visi Indonesia, untuk meningkatkan SDM, Presiden Joko Widodo berjanji untuk terus meningkatkan kualitas pendidikannya. "Bisa dipastikan pentingnya vocational training, pentingnya vocational school. Kita juga akan membangun lembaga Manajemen Talenta Indonesia. Pemerintah akan mengidentifikasi, memfasilitasi, serta memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia. Diaspora yang bertalenta tinggi harus kita berikan dukungan agar memberikan kontribusi besar bagi percepatan pembangunan Indonesia. Kita akan menyiapkan lembaga khusus yang mengurus manajemen talenta ini. Kita akan mengelola talenta-talenta hebat yang bisa membawa negara ini bersaing secara global."
Yuk, kita dukung tujuan mulia pembangunan ini. (f)
Baca Juga:
Mencari Keadilan untuk Baiq Nuril, yang Dilecehkan tapi Justru Dipenjara
Gerakan Cegah Stunting Di Jawa Barat, Jangan Lagi Ada Anak Kerdil
Alasan Mengapa Berat Tubuh Ibu Hamil Harus Bertambah
Topic
#visiindonesia, #jokowi, #jokowidodo, #stunting