Trending Topic
Pesan di Balik Kesuksesan Drama Korea Teach You a Lesson dan Agent Kim Reactivated

13 Jul 2026

Karakter Kim seperti macan tidur dan mengamuk, sementara karakter Na Hwa-jin berniat mulia walau terpaksa dengan kekerasan. Foto: SBS, Netflix


Dari puluhan drama Korea yang dirilis tahun ini, dua drama berbalut kekerasan mencuri perhatian penonton K-drama di seluruh dunia.

Pertama ada Teach You a Lesson, drama 10 episode tentang Biro Perlindungan Hak Pendidikan di Korea Selatan (fiktif, pastinya), yang anggotanya menghukum para pelaku kejahatan di dunia pendidikan—dari murid, guru hingga orang tua—tanpa pandang bulu.

Satu lagi adalah Agent Kim Reactivated, kebetulan 10 episode juga dan sedang tayang, yang berkisah tentang seorang ayah mantan agen rahasia yang mengamuk dan ‘membereskan’ banyak orang karena putrinya diculik. 
 
Premis kedua drama ini mungkin beda, tapi benang merahnya sama: Ada karakter utama—entah itu orang biasa, guru, atau mantan agen—yang memilih menghajar pelaku kejahatan dengan cara mereka sendiri saat hukum formal mentok.

Teach You a Lesson yang dibintangi Kim Moo-yul berhasil menduduki peringkat puncak daftar Show Non-Bahasa Inggris di Netflix selama empat minggu, prestasi yang menunjukkan popularitas globalnya.

Prestasi ini juga diteruskan oleh Agent Kim Reactivated, yang dibintangi So Ji-sub. Drama itu sedang memuncaki daftar Show Non-Bahasa Inggris di Netflix, dengan posisi dua dipegang Teach You a Lesson.

Dalam Agent Kim Reactivated, jarang banget tokoh Kim memakai senjata api, karena pakai tangan kosong saja lawan sudah terkapar. Foto: SBS

Di Korea, Agent Kim Reactivated juga mengukir prestasi tersendiri. Ditayangkan setiap Jumat-Sabtu di SBS, drama ini langsung menembus rating 15% di episode 2, bahkan rating episode 4 yang tayang 11 Juli lalu sudah menembus 22,3% (nasional) dan 23,2% (Seoul).

Fenomena ini memicu obrolan seru; Apakah ini tanda kalau masyarakat sekarang makin setuju sama aksi vigilante atau main hakim sendiri?

Jawabannya jelas nggak sesederhana itu, dan bukan berarti masyarakat pengin hukum rimba di dunia nyata (ngeri banget). Popularitas genre ini (kebetulan lagi kedua drama tersebut dari dua webtoon terkenal) sebenarnya menjadi cerminan dari kondisi psikologis dan emosi publik saat ini.
Advertisement

Sulit memang untuk memisahkan tren tontonan ini dari realitas sosial yang kita hadapi sehari-hari, terutama di media sosial. Tiap kali buka lini masa, kita hampir selalu disuguhi berita tentang perundungan, penyalahgunaan kekuasaan, korupsi, atau kasus hukum yang prosesnya lambat dan berbelit-belit.

Istilah “no viral, no justicer” bahkan lahir karena dari berbagai kasus, publik sering merasa keadilan baru bergerak kalau sudah jadi pusat perhatian warganet.

Di tengah rasa frustrasi dan lelah melihat sistem yang lambat, tontonan tentang vigilante hadir menawarkan sesuatu yang langka di dunia nyata: Penyelesaian yang cepat, tegas, dan memuaskan.

Dalam psikologi media, kenyamanan emosional ini disebut sebagai “justice restoration” alias pemulihan rasa keadilan (ngaku, deh, kamu pasti teriak puas setiap tokoh Na Hwa-jin menggampar murid kurang ajar dalam Teach You a Lesson, kan...). 

Kekerasan jadi last resort buat tokoh Na Hwa-jin dalam Teach You a Lesson, karena dunia pendidikan harusnya berlangsung nyaman dan aman. Foto: Netflix

Penonton mendapatkan kepuasan instan saat melihat karakter jahat langsung menerima balasan yang setimpal. Menonton aksi ini berfungsi sebagai katarsis—ruang aman untuk melepaskan emosi negatif, rasa marah, dan ketidakberdayaan yang terpendam di kehidupan nyata.

Satisfying banget ketika tokoh vigilante berhasil menumbangkan penjahat (seperti waktu tokoh Kim membabakbelurkan para preman dalam Agent Kim Reactivated), dan itu bukan karena kita ingin hidup tanpa hukum. Sebaliknya, itu terjadi karena kita masih sangat peduli pada keadilan.

Ketika proses di dunia nyata terasa rumit dan penuh area abu-abu, fiksi menjadi tempat pelarian yang nyaman. 

Di sana, kita bisa memelihara satu keyakinan sederhana yang belakangan terasa mewah, bahwa siapa pun yang berbuat salah, pada akhirnya tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Bisa jadi pesan dari Teach You a Lesson dan Agent Kim Reactivated beresonansi dengan keinginan kita—yang kita cari sebenarnya bukan sosok pelindung bertopeng, melainkan kepastian bahwa keadilan masih mungkin menang. (f)
 

Zornia Harisantoso


Topic

#koreancorner

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?