Trending Topic
Olga Lydia di Wajah Femina 2025: Berbagi Cerita Masa Karantina hingga Tip Jadi Pemimpin

30 Sep 2025

Olga Lydia, aktris dan produser dan Finalis Wajah Femina 1994, berbagi pengalaman inspiratif kepada 20 Finalis Wajah Femina 2025 di Galeri Indonesia Kay (busana: Adrie Basuki). Foto: Dok. Femina/Vidi Putra Hagiansya


Kehadiran Olga Lydia di Karantina Wajah Femina 2025 menjadi pengingat bahwa ajang ini bukan hanya kompetisi kecantikan, melainkan juga titik awal perjalanan panjang yang bisa mengantarkan seseorang menjadi sosok berpengaruh.

Olga telah membuktikan bahwa konsistensi, keberanian mengambil kesempatan, dan menjaga jati diri adalah kunci dalam membangun karier yang berkelanjutan.

Jejak karier sejak Wajah Femina 1994

Pertama kali dikenal publik sebagai Finalis Wajah Femina 1994, Olga mengakui bahwa Wajah Femina membuka pintu bagi perjalanan panjangnya di dunia hiburan. Meski datang dengan persiapan minim, Olga berhasil menunjukkan potensi yang membuatnya terpilih sebagai Finalis.

Dalam sesi berbagi Inspiring Talk: Lead Yourself, Lead the Future, Olga mengingat kembali pengalaman itu. “Saya termasuk anak yang paling kurang persiapannya saat itu. Karena belum pernah ikut kompetisi, benar-benar hijau. Tapi di situlah saya belajar banyak hal, dari cara ber-makeup, catwalk, sampai networking yang akhirnya berguna sepanjang karier,” ujarnya.

Dari panggung pemilihan Wajah Femina, karier Olga melaju di dunia entertainment, seperti main dalam film TV Lo Fen Koei dan sinetron Rahasia Perkawinan.

Kini, ia juga dikenal sebagai presenter, produser film, sekaligus figur publik yang konsisten menjaga profesionalismenya. “Femina mungkin tidak membuka semua pintu, tapi satu pintu yang terbuka bisa mengantarkan saya kepada pintu-pintu lain,” kata Olga.
 
 Finalis Wajah Femina 2025 mengambil kesempatan berharga untuk bertanya kepada Olga Lydia. Foto: Femina/Ifan Ario

Pentingnya attitude

Dalam inspiring talk ini, Olga menekankan pentingnya konsistensi, attitude, dan menjaga jati diri. “Kesempatan itu yang paling sulit didapatkan. Skill bisa dipelajari, tapi kesempatan harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” Olga menegaskan.

Ia juga memberi pesan tentang tantangan generasi sekarang yang berbeda dari era 1990-an. “Kalau di generasi sekarang, media sosial itu penting sekali. Tuhan memaafkan, tapi internet tidak. Jadi, hati-hati dengan apa yang diposting,” kata Olga.
Advertisement

Pesan Olga soal menjaga keaslian diri juga menguatkan para finalis.

“Tetap jadi diri kita sendiri, tapi dalam versi yang lebih baik. Kita selalu ingin berkembang, makin lama makin bagus, tapi tetap menjadi diri kita sendiri,” ujarnya kepada finalis yang menanyakan cara menghadapi ekspektasi branding di industri hiburan.
 
Olga Lydia berfoto bersama 20 Finalis Wajah Femina 2025, momen kebersamaan refleksi inspirasi lintas generasi.
Foto: Dok. Femina/Vidi Putra Hagiansya
 
Bagi Olga, attitude juga menjadi faktor penentu. “Bagaimana kita respek teman kerja sangat berpengaruh. Attitude itu membantu membuka banyak kesempatan,” jelasnya.

Olga juga punya pesan penting kepada para finalis yang baru menapaki Karantina Wajah Femina tahun 2025, “Perjalanan masih panjang. Setiap langkah akan membentuk kalian menjadi seseorang yang bisa memberi dampak. Jadi manfaatkan setiap kesempatan, sekecil apa pun.”

Wajah Femina 2025 terlaksana berkat dukungan dari Indonesia Kaya, ghd Indonesia, dan Garmin Indonesia, tiga brand yang berperan aktif dalam mendukung kemajuan perempuan Indonesia melalui berbagai inisiatif kreatif dan berdaya guna.

Yuk, ikuti terus perjalanan 20 Finalis Wajah Femina 2025 menuju Malam Final dan temukan inspirasi dari cerita-cerita luar biasa mereka dan para mentor. (f)
 

Laili Damayanti


Topic

#WajahFemina2025, #OlgaLydia, #BerdayaBergayaBerbudaya

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?