“Film legendaris ini begitu disukai karena mengangkat problematika yang dialami dalam keseharian sekaligus menjadi trend setter sosial budaya di jamannya,” kata Yoki P. Soufyan dari SA Films yang memproduksi ulang film drama musikal yang merebut Piala Citra untuk kategori Tata Musik Terbaik ini. Film ini berkisah tentang konflik asmara yang dialami tiga bersaudara, Nunung (Chitra Dewi), Nana (Mieke Wijaya), dan Neni (Indriati Iskak). Sang Nenek (Fifi Young) gencar mencarikan jodoh bagi ketiganya hingga terjadilah kekacauan di antara mereka.
Untuk bisa memutar kembali film lawas ini, dibutuhkan 17 bulan proses restorasi fisik dan digital ke bentuk format 4K yang cukup sulit. “Tiap frame dari total 150 ribu frame ada kerusakan. Restorasi fisik seluloid film pun sangat challenging karena ada yang tertekuk, ternoda bekas selotip, berdebu, tergores, robek, dan berjamur,” jelas digital artist Taufiq Marhaban.
Sutradara Nia Dinata pun tergerak untuk mendaur ulang film favoritnya semasa kecil ini lewat Ini Kisah Tiga Dara. “Ini bukan film dengan cerita yang yang sama, tapi inspirasinya saja yang diambil dari film Tiga Dara dengan mengangkat isu permasalahan modern,” ujar Nia. Rencanannya, Ini Kisah Tiga Dara akan ditayangkan pada 1 September mendatang. (f)