Foto: Reynette Fausto
WVI berupaya membantu pemerintah untuk menyediakan akses pendidikan bagi anak dari keluarga miskin atau yang hidup di wilayah terpencil. Menurut data UNICEF, sebanyak 2,5 juta anak Indonesia yang seharusnya bersekolah tidak dapat menikmati pendidikan. Hampir 3 persen dari anak-anak usia sekolah dasar di desa tidak bersekolah. Dan, nyaris setengah dari anak-anak yang berasal dari keluarga miskin tidak mampu melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah pertama. Penyebabnya, faktor keterbatasan ekonomi dan sarana gedung sekolah. Anak-anak dari keluarga miskin terpaksa harus bekerja untuk menafkahi keluarga. Selain itu, di wilayah terpencil, tak banyak tersedia sekolah lanjutan menengah. Kalaupun ada, jaraknya bisa berkilo-kilo meter dari tempat tinggal mereka.
Prihatin dengan kondisi ini, maka WVI lewat program ADP Singkawang berupaya membuka akses pendidikan bagi anak-anak di daerah terpencil ini. Sejak 2011 hingga akhir 2015, WVI telah menjangkau lebih dari 55 wilayah di delapan propinsi di Indonesia dengan prinsip pemberdayaan masyarakat, khususnya pada anak-anak dan bidang kesehatan.
"Sejak 2011, kami bekerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat di Singkawang mengupayakan penguatan ekonomi, pendidikan, nutrisi, dan sanitasi air bersih. Akhirnya, setelah 15 tahun kami resmi mengakhiri program di kota ini," ujar Sebastianus Sumarsono, Pembina Yayasan WVI. (f)
Baca juga:
Ironis, Indonesia Negara Kepulauan Tapi Minim Pendidikan Maritim
6 Kanal Pendidikan yang Anda Perlu Tahu
Kolaborasi Singapura dan Indonesia di Bidang Pendidikan, untuk Dunia yang Lebih Baik
Topic
#pendidikan