Foto: Rizka Azizah
“Di luar AADC, kami berempat memang bersahabat. Itu yang memudahkan kami mengembalikan jalinan chemistry yang telah hilang belasan tahun,” ujar Dian, antusias. Namun, meski chemistry tak berubah dan tetap sekuat dulu, waktu 14 tahun telah memberikan perubahan tersendiri. Beragam perjalanan hidup sudah tentu turut membentuk karakter mereka menjadi lebih matang dan dewasa, baik di layar lebar maupun di dunia nyata. “Cinta yang sekarang tak seperfeksionis saat remaja dulu. Dia kini lebih santai menjalani hidup,” lanjut Dian, yang mengaku tak kesulitan menyelami kembali karakter yang telah melejitkan namanya itu.
Tak seperti Dian, sebaliknya, Titi, Sissy, dan Ardinia justru mengalami sedikit kesulitan mengembalikan ‘jiwa’ dalam peran yang mereka bawakan. Karakter Maura misalnya. Ia tak lagi kenes, dan manja seperti di AADC1. “Dulu mungkin wajar bila Maura yang masih remaja bertingkah seperti itu. Nah, sekarang, di usia yang sudah tiga puluhan, pasti aneh bila Maura kekanak-kanakan,” ujar Titi, tersenyum.
Tak hanya karakter yang berubah, jumlah personel geng Cinta juga tak lagi sama. Alya memang tidak muncul di AADC 2, karena Ladya Cheryl, pemeran Alya, harus meneruskan sekolah ke Amerika Serikat bersama suaminya. Ketidakhadiran Ladya di sekuel AADC memang sempat membuat Dian, Titi, Sissy, dan Ardinia sedih karena geng mereka jadi tak komplet.
Namun, mereka tetap positif dan realistis. Sebagai sahabat baik, mereka pun mendukung apa pun keputusan Ladya. “Sejak AADC pertama, kami adalah sahabat yang saling support. Jadi, meski tak ada Alya, sosoknya akan tetap ada di hati gank Cinta,” ujar Dian, bijak.
Bicara soal fans AADC yang kecewa dan menyangsikan kekompakan persahabatan mereka, Sissy menanggapi santai. “Meski banyak yang mengira bahwa geng Cinta akan timpang, kenyataannya nggak, tuh. Buktinya, geng Cinta tetap solid,” tegas Sissy. (f)
Topic
#AADC2