Trending Topic
Ketimpangan Relasi Kuasa dan Gender Pada Kasus Kekerasan Seksual

6 Nov 2017


Dalam kesempatan wawancara terpisah bersama femina, aktivis kesetaraan gender Firliana Purwanti menegaskan bahwa diskriminasi dan kekerasan seksual itu adalah persoalan power atau kekuasaan. Jenis kelamin tidak berpengaruh.
 
Paham feminis yang benar ini akan memberikan perbedaan yang signifikan dalam tatanan hidup sehari-hari dan bernegara. Pemerintah yang memiliki wawasan feminisme akan melihat peristiwa kekerasan seksual dari perspektif korban.
 
“Feminisme memberi alat analisis baru yang memampukan orang untuk melihat fakta-fakta sosial dari perspektif perempuan,” ungkap lulusan Master untuk program International and European Human Rights Protection Law dari Fakultas Hukum Utrecht Universiteit, Belanda, ini.
 
Pasalnya, hingga hari ini, korban pelecehan seksual atau kekerasan seksual, seperti pemerkosaan, masih mendapatkan stigmatisasi. Bahkan, dihakimi sebagai penyebab terjadinya kasus kekerasan. Parahnya lagi, gegar pemahaman ini tidak hanya dilakukan oleh masyarakat awam, tapi bahkan oleh aparat hukum yang harusnya melindungi dan membela nasib korban.
 
Menurut Firli, seorang pemimpin yang berwawasan feminis, tidak akan mengoreksi korban, melainkan lingkungan yang menyebabkan terjadinya peristiwa itu. Misalnya, dengan mengevaluasi sejauh mana jaminan keamanan yang diberikan pemerintah kepada warganya.
 
Advertisement
Firli juga beranggapan bahwa hukuman kebiri bagi pelaku perkosaan tidak senapas dengan spirit feminisme. Ia percaya bahwa perkosaan bukanlah soal hasrat seks atau jenis kelamin, tapi soal power, atau kekuasaan.
 
“Kalau semata-mata hanya disebabkan oleh dorongan hasrat, bisa-bisa dalam satu ruangan orang bisa saling memperkosa. Sebab, semua manusia memiliki libido, atau hasrat seks,” ungkap wanita yang menggulirkan perspektif segar tentang kesetaraan gender melalui penelitiannya yang dibukukan dalam judul The ‘O’ Project. (f)


Baca Juga:

Sampai Kapan Menunggu Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual?

Firliana Purwanti, Menyuarakan Kesetaraan Gender Lewat Orgasme

 


Topic

#kekerasan, #kekerasanseksual

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?