Foto: Fotosearch
“Fasih menggunakan teknologi digital dapat membuka akses lebih lebar bagi wanita untuk mengembangkan diri. Tapi, keterampilan itu tidak otomatis bisa Anda kuasai. Wanita harus proaktif belajar dan beradaptasi dengan teknologi dan budayanya supaya bisa menggunakannya secara efektif dan etis,” ujar Country Managing Director Accenture Indonesia, Neneng Goenadi.
Wanita di Amerika Serikat, Belanda, dan Australia mendapatkan skor kefasihan digital tertinggi. Sementara Indonesia, hanya berada di peringkat kedua terendah, setingkat di atas India. Ada paradoks yang mencuat. Meskipun 68% wanita Indonesia mengakui internet memegang peranan penting dalam kehidupan, tingkat kefasihan digitalnya (digital fluency) ternyata sangat rendah.
“Selain faktor edukasi, budaya sangat memengaruhi pola pikir manusia. Budaya Timur yang erat dalam kehidupan masyarakat Indonesia tentu memengaruhi cara masyarakatnya dalam memandang dan menggunakan teknologi,” ujar Marketing & Communications Director Accenture Indonesia, Dr. Nia Sarinastiti.
Topic
#WanitadanTeknologi