Foto: Billy Farrell/Patrick McMullan via Getty Images
Kabar yang berkembang mulai menguak satu per satu fakta di balik kehidupan Kate Spade. Tentang perjuangannya hidup dengan gangguan mental, bisnisnya, serta kehidupan 24 tahun perkawinannya yang mulai retak.
Tidak banyak yang tahu bahwa suaminya, Andrew Spade telah memutuskan untuk keluar dari apartemen mewah 9 kamar mereka di Park Avenue ke apartemen lain, tak jauh dari situ.
Pria yang akrab disapa Andy itu dikabarkan tengah dalam proses mengajukan perceraian. Kepada TMZ, sumber dari penegak hukum mengatakan bahwa tindakan nekat Kate untuk bunuh diri, Selasa (6/6) dilatari oleh kekecewaannya terhadap keputusan Andy. Desainer fashion itu tak ingin 24 tahun perkawinannya berakhir.
Meresponi polemik yang terus berkembang, Andy Spade membuat pernyataan tentang kematian istrinya yang dirilis di The New York Times. Ia mengungkap tentang perjuangan Kate melawan depresi dan pemberitaan tentang perpisahannya dengan sang istri.
Dalam pernyataan yang dibuat dengan mengatasnamakan dirinya, dan putri mereka, Frances Beatrix itu Andy Spade mengakui bahwa selama 10 bulan terakhir, ia dan istrinya hidup secara terpisah. Apartemen mereka hanya terpisah beberapa blok saja.
“Bea tinggal bersama kami berdua, dan kami tetap bertemu dan mengobrol setiap hari. Sebagaimana keluarga yang utuh, kami masih sering makan malam bersama dan melakukan liburan keluarga. Putri kami adalah prioritas utama kami berdua,” ungkap Andy dalam pernyatannya.
Ia juga mengungkap bahwa mereka belum berpisah secara hukum, bahkan belum mendiskusikan tentang perceraian. Hubungan perkawinan yang berawal dari persahabatan ini telah melalui 35 tahun kebersamaan.
“Kami berdua adalah dua sahabat yang sedang mencari solusi terbaik dari berbagai permasalahan yang ada. Kami masih sangat saling mencintai dan hanya membutuhkan sebuah break. Ini adalah fakta yang sebenar-benarnya, di luar itu salah.” -- Andy Spade.
Andy juga menceritakan bahwa dalam lima tahun terakhir, Kate telah berjuang mencari pertolongan medis untuk gangguan depresi dan kecemasan yang dialaminya. Ia bertemu dengan dokter dan mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi gangguannya.
“Jadi, tidak benar jika Kate mencoba mengatasi kecemasan dan depresi dengan minum-minuman keras,” jelas Andy memberikan umpan balik terhadap pemberitaan yang menyebut bahwa Kate enggan menjalani terapi dan lari ke alkohol. Ia juga menyanggah pemberitaan yang mengatakan bahwa usaha mereka sedang menuju kebangkrutan.
“Tidak ada masalah dengan bisnis. Kami mencintai usaha yang kami bangun bersama. Kami membesarkan putri kami berdua. Saya belum melihat keseluruhan dari catatan Kate, dan saya sangat shock mengetahui bagaimana pesan pribadi untuk putri saya itu dengan tanpa hati dibagikan ke seluruh media,” ujarnya.
Perhatian utamanya kini tertuju pada Bea. Ia ingin memberikan perlindungan terhadap privasi putrinya itu selama menjalani masa berduka yang mendalam. “Kate sangat mengasihi Bea,” tutup Andy. (f)
Baca juga:
Beatrix: Pusat Kehidupan Kate Spade
Belajar Dari Kasus Kate Spade Bunuh Diri, Stigma Pada Gangguan Kesehatan Jiwa Harus Dipupus
Topic
#katespade