Terik dan panasnya sinar matahari pada Jumat (8/03) siang itu tak memedamkan semangat ratusan wanita dan pria yang melakukan long march dari Patung Kuda hingga ke Taman Aspirasi yang berada di depan Istana Negara, Jakarta untuk menuntut keadilan dan kesetaraan bagi kaum hawa.
Walau massa yang datang lebih sedikit dibandingkan Women’s March yang diadakan tahun 2018 lalu, namun semangat perjuangan yang disampaikan tak lantas kalah redup. Banyak pesan yang ingin coba disampaikan ratusan peserta long march yang hadir siang itu.
Baik itu menggaungkan emansipasi, menghapus kekerasan berbasis gender, menuntut kesejahteraan buruh wanita, mencegah pernikahan anak hingga mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga dan kebijakan-kebijakan lainnya yang akan melindungi wanita serta anak-anak.
“Wanita dan masyarakat marginal masih menghadapi situasi menyempitnya ruang demokrasi, pemiskinan, ketimpangan sosial dan maraknya kriminalisasi serta kekerasan seksual. Ini adalah momentum politik bagi wanita untuk menyuarakan agenda politik perempuan independen agar terwujud ruang hidup yang demokratis, sejahtera, setara, dan bebas dari kekerasan,” ungkap Mutiara Ika Pratiwi, salah satu perwakilan dari Komite IWD 2019.
Baca Juga :
Women’s March, Perjuangan Wanita Lewat Kata-kata
Wanita Mendukung Wanita di Women’s March Jakarta 2018
Perjalanan Munira Ahmed, Dari Women’s March Hingga Perlawanan Terhadap Politik Identitas
Topic
#internationalwomensday, #pemberdayaanwanita