Kesimpulan ini ia dapat dari pengalamanannya selama berkariera di bidang hukum, beliau telah menemui banyak kasus ketidakseimbangan dan diskriminasi terhadap gender. Menurutnya, wanita mempunyai kelebihan dalam sisi empati dan psikologi yang mana bisa lebih membantu wanita yang terkena kasus baik sebagai korban atau tersangka.
Untuk mewujudkan lingkungan kerja yang inklusif, Debby Alishinta, Managing Director, Inclusion & Diversity Lead, Accenture Indonesia menjelaskan solusi ekosistem untuk sebuah lingkungan kerja inklusif yang ia sebut 4E, yaitu Envision, Expand, Experience, dan Empower. Masing-masing memiliki nilai sama penting.
Envision, berarti wanita harus bisa lebih percaya diri dalam membangun perjalanan kariernya. Expand berarti wanita bisa mendapatkan akses pengembangan diri yang relevan sehingga punya kemampuan yang mumpuni dalam pekerjaan di masa depan. Experience berarti wanita harus terjun langsung menjalani berbagai peran dan mempraktikkan apa yang telah dipelajari. Empower berarti sesama wanita perlu untuk saling dukung dan memberdayakan satu sama lain.
Dari sisi perusahaan, Niharika Yadav, Presiden Direktur AXA Financial Indonesia menyampaikan bahwa perusahaan yang mendukung perkembangan karier wanita sangat membantu dalam mendapatkan keseimbangan dan inklusi. "AXA sendiri secara statistik didominasi oleh para wanita karier yang mana 57% karyawannya adalah wanita, 40% diantaranya adalah milenial dan 80% berada di jabatan direktorial, " ujar Niharika.
Beliau juga menekankan bahwa energi yang positif, yang diberikan oleh perusahaan membantu dalam mencapai keseimbangan.
"Memimpin orang-orang dari berbagai latar belakang harus dimulai dengan mendengarkan mereka dan mendapatkan kepercayaan mereka," ujarnya.
Ia tidak pernah berpikir bahwa orang-orang tersebut bekerja di bawahnya, melainkan bekerja bersamanya. Menemukan wanita di lingkungan kerjanya yang cenderung malu dan takut berpendapat, ia menekankan wanita agar tak pernah ragu untuk mengutarakan opini. "Opini dari sudut pandang wanita bisa jadi sangat powerful dan memberikan gagasan yang berbeda. "
Namun tak disangkal masih ada stereotipe yang melekat pada wanita, seperti yang tanyakan salah satu peserta konferensi IWF 2019, yaitu tentang anggapan bahwa wanita cenderung baper alias mudah terbawa emosi dalam pekerjaan.
Jessica Thennia (Kontributor)
Editor : Nuri Fajriati
Baca Juga:
Indonesia Women's Forum 2019 Angkat Tema Inklusif
Inklusif sebagai Identitas Indonesian Women’s Forum 2019
Merayakan Inklusifitas Dalam Indonesian Women's Forum 2019
Topic
#iwf, #iwf2019, #IWF, #IWF19, #indonesianwomensforum, #IndonesianWomensForum2019