Foto: Unsplash
Bagi kita yang masih bugar, tentu saja penularan wabah ini merupakan sesuatu yang sangat ingin kita hindari. Namun, apa yang harus dilakukan jika salah seorang keluarga kita positif COVID-19. Mendukung keluarga sekaligus menjaga agar kita tak tertular adalah kuncinya.
“Berilah dukungan secara fisik maupun emosional. Di saat yang sama, hindari untuk terlalu dekat dengannya, menyentuh tubuhnya, atau menyentuh benda yang telah ia pegang dan belum dibersihkan,” ujar Tammy Chang, asisten professor di Michigan Medicine, seperti yang dikutip dari healthblog.uofmhealth.org, laman resmi Michigan Medicine.
Chang juga menekankan pentingnya mengontrol keadaan keluarga yang sakit tanpa memasuki ruangan kamar. Hal ini bisa dilakukan misalnya melalui telepon selular. Karena pasien COVID-19 bisa saja mengalami penurunan kondisi tubuh.
Michigan Medicine, sekolah kesehatan di Michigan University merangkum sejumlah langkah yang bisa kita lakukan jika salah seorang anggota keluarga terkena COVID-19. Jika penanganan masih bisa dilakukan di rumah, inilah hal-hal yang harus kita lakukan:
1/ Keluarga yang sakit tidur di kamar terpisah
Pasien COVID-19 tidak boleh keluar dari kamar, kecuali perlu ke toilet. Anggota keluarga yang sehat dan hewan peliharaan pun tak boleh masuk kamar tersebut sama sekali. Pakailah kamar berjendela yang sirkulasi udaranya baik. Sediakan tissue.
2/ Gunakan toilet terpisah
Jika tempat tinggal Anda memiliki lebih dari satu kamar mandi, gunakan salah satunya khusus untuk pasien COVID-19. Jika Anda hanya memiliki satu kamar mandi, bersihkan kamar mandi setelah pasien COVID-19 menggunakannya. Jangan gunakan ember atau gayung yang sama dengan pasien untuk mandi.
3/ Pantau temperatur tubuh
Mintalah pasien untuk mengukur suhu tubuh beberapa kali dalam sehari, kemudian catatlah temperaturnya. Perhatikan jika timbul gejala baru.
4/ Jagalah hidrasi
Pastikan pasien meminum banyak air sehingga tak kekurangan cairan.
5/ Pantau obat-obatan yang dikonsumsi
Bantu pasien memahami seberapa banyak obat yang harus diminum dan bagaimana dosisnya. Pastikan pasien mengonsumsi obat sesuai aturan yang dianjurkan dokter.
6/ Ciptakan kondisi yang nyaman
Pastikan selimut, bantal, buku, majalah, komputer, atau bahkan televisi tersedia di dalam kamar pasien sehingga ia tidak bosan. Tinggalkan benda-benda penting di dalam kamarnya, seperti charger ponsel, sehingga Anda tak perlu keluar masuk kamarnya untuk menyediakan barang yang dibutuhkan. Ciptakan suasana rumah yang tenang dan tak bising.
7/ Sediakan makanan dengan tetap menjaga jarak
Jika pasien tak sanggup beranjak dari tempat tidur, masuklah ke dalam kamar dengan gunakan masker atau kain untuk menutup mulut dan hidung Anda. Pastikan pula pasien telah mengenakan masker. Cuci peralatan makan pasien dengan sabun dan air panas. Jangan sentuh wajah sebelum Anda mencuci tangan dengan benar.
8/ Cuci pakaian dengan terpisah
Pastikan tersedia keranjang atau wadah untuk pakaian kotor di dalam kamar pasien. Minta pasien untuk menaruh keranjang pakaian tersebut di muka pintu begitu akan dicuci. Jika tak memungkinkan, masuklah ke kamar pasien dengan menggunakan masker. Cucilah pakaian pasien terpisah dari anggota keluarga lain.
9/ Bersihkan rumah
Rajinlah membersihkan rumah dengan disinfektan. Perhatikan benda-benda atau permukaan ruangan yang sering disentuh pasien sebelum ia menunjukkan gejala sakit atau sebelum diisolasi.
10/ Jangan terima tamu
Jika Anda perlu menerima tamu, terimalah di bagian luar rumah dan tetap jaga jarak. Jika tamu tersebut menyerahkan barang, minta ia taruh barang di lantai, sebelum kemudian Anda ambil.
11/ Manfaatkan teknologi untuk berkomunikasi
Gunakan ponsel atau video call untuk berkomunikasi atau sekadar mengobrol dengan pasien. Hal ini penting karena pasien tetap perlu bercakap dengan manusia lain walaupun “terkurung” di dalam kamar. Dengan demikian pasien tetap mendapat dukungan secara mental.
12/ Jangan bepergian
Hidup bersama pasien COVID-19 berarti ada kemungkinan Anda menjadi carrier virus. Karena itu usahakan untuk tidak bepergian kecuali sangat penting. Gunakan masker jika Anda keluar rumah. Gunakan jasa pesan antar untuk makan atau berbelanja jika dimungkinkan. Jika Anda memiliki balkon atau halaman rumah, berjemurlah sambil tetap menjaga jarak dengan orang di sekitar lingkungan rumah Anda.
13/ Jangan takut untuk meminta dukungan moral
Tidak mengapa untuk memberi tahu keluarga, teman dekat, atau tetangga bahwa keluarga Anda positif COVID-19. Anda bisa menceritakan hal ini pada beberapa orang yang bisa diandalkan, sehingga mereka bisa memberi Anda bantuan dari “dunia luar”. Misalnya bantuan obat-obatan atau makanan. Minta mereka untuk meninggalkan barang-barang tersebut di muka pintu rumah.
14/ Penting dilakukan setelah pasien membaik
Setelah proses isolasi selesai dan pasien sembuh, bersihkanlah seisi kamar yang telah digunakan pasien, termasuk membersihkan seluruh permukaan kamar, mencuci sprei, selimut, dan sebagainya
Perhatian serupa juga harus dilakukan tak hanya untuk keluarga Anda. Jika Anda mengetahui seseorang yang tinggal sendiri dan mengalami gejala COVID-19, tawarkanlah bantuan yang bisa diberikan tanpa harus memasuki rumahnya. Tanyakan keadaan mereka melalui telepon atau pesan singkat, tawarkan makanan, obat-obatan, atau apapun yang membuat mereka merasa lebih nyaman. (f)
BACA JUGA:
Pasien Positif COVID19 Terus Bertambah di Luar Jakarta, Pemerintah Himbau Masyarakat untuk Tidak Mudik
Waspada COVID-19, Jangan Beli Tiket Mudik Dulu
Dari Desainer hingga CEO, Bersama Tunjukkan Kepedulian Atas Pandemi Global COVID19
Topic
#corona, #covid-19, #isolasimandiri