Dok. Femina Media
Sebuah fakta mengejutkan akhirnya terkuak setelah sebuah survey oleh FitRated di Amerika Serikat terhadap 1.000 orang dirilis. Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa ternyata pelaku body shaming terbesar adalah keluarga.
Lebih rinci, 62,7 persen responden wanita dan 30,6 persen responden pria mengaku bahwa ibu pernah melakukan body shaming terhadap mereka. Menyusul saudara perempuan juga menjadi pelaku body shaming menurut penuturan 42,5 persen responden wanita dan 21,2 persen responden pria.
Selain itu ayah juga tak lepas menjadi pelaku body shaming bagi 40,9 persen responden wanita dan 25,9 persen responden pria. Begitu halnya dengan saudara laki-laki yang juga melakukan body shaming kepada 38,9 persen responden wanita dan 23,8 persen responden pria.
Hasil survei ini membuktikan bahwa keluarga, orang terdekat, ternyata tak lepas dari kemungkinan melakukan body shaming, baik secara disengaja maupun tidak. Juga menunjukkan bahwa kecenderungan wanita melakukan body shaming terhadap sesama wanita, lebih besar dibandingkan kepada sesama pria. Hal ini pun memengaruhi citra diri seseorang dan menyebabkan lingkaran setan bagi korban untuk melakukan hal yang sama pada keluarga mereka.
Lantas seperti apa di Indonesia? Femina Bersama dengan Tiara Puspita N., M.Psi., Psikolog dari Tiga Generasi mengadakan survei bertajuk 'Body Shaming dalam Keluarga' untuk mengetahui sejauh mana peran keluarga sebagai pelaku body shaming.
Yuk bantu isi survei ini dengan mengklik tautan berikut : https://forms.gle/nMKRV2fbLtuy59nk7
BACA JUGA :
Kini Menghina Bentuk, Warna dan Postur Tubuh Orang Lain Bisa Dipenjara
Stop Basa Basi Seksis
Belajar Mencintai Diri Sendiri Lewat Film IMPERFECT
Topic
#bodyshaming