Trending Topic
Hentikan Penularan HIV dan Sifilis dari Ibu ke Anak

9 Jun 2016



Foto: Fotosearch

WHO mengumumkan Thailand sebagai negara pertama di Asia yang mendapat pengakuan dari WHO atas keberhasilan menghapus penularan HIV dan sifilis dari ibu ke anak pada Selasa, (7/6) di New York.

"Pencapaian ini juga membuktikan banyak cara untuk melindungi anak dari penularan HIV/AIDS. “Setiap tahun, ada 21 ribu bayi yang lahir dengan HIV di wilayah Asia Pasifik, dan lebih dari 200 ribu anak yang tumbuh dengan HIV, ” papar Karin Hulshof, Direktur Regional UNICEF Asia Tenggara-Pasifik.
Menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand, tahun 2000, sekitar seribu anak terinfeksi HIV dan pada 2015, anak yang terinfeksi HIV dari ibunya berkurang hingga 85, ini berarti angkanya menurun lebih dari 90%! Pada tahun 2000 dan 2014, jumlah wanita yang tertular HIV menurun drastis hingga 87%, dari angka 15.000 ke 1900 jiwa.

“Ini merupakan pencapaian penting bagi sebuah negara dengan ribuan rakyat yang hidup dengan HIV,” kata Dr Poonam Khetrapal Singh, Direktur Regional WHO Asia Tenggara, dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh WHO. Dalam data WHO, tercatat ada 450ribu orang yang hidup dengan HIV pada 2014 di Thailand.

Wanita yang hidup dengan HIV memiliki risiko 15-45% untuk menularkan virus itu pada janinnya selama kehamilan, proses persalinan, atau saat menyusui. Risiko itu hanya menurun sebanyak 1% jika ibu dan anak diberikan obat antiretrovirus selama proses yang memungkinkan infeksi terjadi.
Advertisement

Sejak 2014, WHO telah menetapkan kriteria global untuk validasi penghapusan penularan infeksi HIV dan sifilis pada ibu dan anak. Tahun lalu, Kuba menjadi negara pertama yang mendapatkan sertifikat ini. Apa saja yang harus dilakukan oleh negara-negara ini untuk mendapatkan sertifikat tersebut? Di antaranya, memberikan akses dini untuk perawatan  sebelum kelahiran pada para ibu, tes HIV dan sifilis untuk ibu hamil dan pasangannya, serta perawatan untuk wanita dan bayinya yang positif HIV.

Di lapangan HIV masih menjadi isu kesehatan besar dan telah merenggut nyawa lebih dari 34 juta jiwa. Menurut catatan WHO, pada 2014, sekitar 1,6 juta orang di dunia meninggal akibat HIV dan kasus terkait HIV. Hingga saat ini, belum ada obat untuk infeksi HIV. Meski demikian, obat-obatan antiretrovirus (ARV) dapat mengendalikan virus tersebut dan membantu mencegah penularan, sehingga orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan yang berisiko, tetap dapat menikmati hidup yang sehat dan produktif. Diperkirakan hanya 54% orang dengan HIV/AIDS menyadari status kesehatan mereka. Untuk mendeteksinya, pada 2014 sekitar 150 juta anak dan orang dewasa di 129 negara miskin dan berkembang mengikuti tes HIV.

Selain Thailand, Belarus, Armenia, dan Republik Moldova juga berhasil mendapatkan sertifikat bebas penularan HIV/AIDS dan sifilis pada ibu dan anak dari WHO.  Satu lagi kemajuan dalam upaya global untuk memerangi infeksi penyakit seksual dan AIDS. Semoga Indonesia segera mengikuti jejak Thailand!

Baca juga:
Waspada AIDS Sebelum Terlambat!

Sumber: WHO.Int
 


 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?