Foto: Freepik
Tujuan dari kampanye global ini tak lain adalah untuk menggalakkan perilaku mencuci tangan dengan sabun oleh masyarakat sebagai upaya menurunkan tingkat kematian pada balita dan pencegahan penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia.
Di tengah kondisi pandemi COVID-19, cuci tangan menjadi salah satu langkah penting dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona jenis baru ini. Tahun ini, peringatan hari mencuci tangan sedunia ini menjadi moment untuk kita semakin sadar mempraktikkan perilaku sehat, salah satunya mencuci tangan.
Mengapa mencuci tangan dianggap begitu penting? Faktanya, diseluruh dunia ada lebih dari 5.000 balita penderita diare yang meninggal setiap harinya. Hal ini terjadi akibat mereka tidak memiliki akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi. Di lain sisi, meski mencuci tangan termasuk perilaku hidup sehat yang sederhana, nyatanya orang masih kerap mengabaikanya.
Banyak orang masih menganggap mencuci tangan sebagai hal yang remeh, sehingga melupakan praktik cuci tangan yang benar. Padahal, kebiasaan mencuci tangan adalah awal yang baik untuk mencegah berbagai penyakit. Untuk itu, upaya menyebarkan edukasi mengenai pentingnya mencuci tangan dirasakan perlu dilakukan secara global.
Wanita bisa menjadi agen pendorong gerakan cuci tangan, karena faktanya wanita dinilai lebih rajin mencuci tangan daripada pria, sehingga pria membutuhkan edukasi lebih banyak tentang manfaat cuci tangan.
1. Setelah memakai kamar mandi.
2. Sebelum dan sesudah menyiapkan makanan.
3. Setelah batuk, bersin dan mengelap hidung.
4. Sebelum dan sesudah menyentuh mata, hidung, dan mulut.
5. Setelah pergi ke area publik dan menyentuh permukaan benda di area publik dengan sering.
6. Sebelum dan sesudah menyentuh masker.
Beberapa fakta sehat tentang manfaat cuci tangan juga diungkap dalam peringatan hari Cuci Tangan Sedunia ini, seperti Sebanyak 80% wabah penyakit menular ternyata menyebar ke orang lain melalui sentuhan tangan. Mencuci tangan dengan benar dan teratur dapat meminimalkan risiko infeksi sekaligus mengurangi angka kematian. Mencuci tangan dapat mengurangi diare 30-40 persen dan mengurangi infeksi pernapasan akut sebanyak 20 persen. Mencuci tangan juga penting untuk mengurangi transmisi penyebaran patogen seperti: kolera, ebola, shigellosis, SARS dan hepatitis E.
Jangan sepelekan mencuci tangan dengan benar, agar kita terhindar dari bahaya berbagai penyakit mematikan, termasuk COVID-19. (f)
Baca Juga:
Happy Hypoxia, Gejala Baru Pasien Positif COVID-19 yang Diam-Diam Mematikan
Kenapa Harus Cuci Tangan Dengan Sabun?
Jangan Bingung Pakai Hand Sanitizer!
Faunda Liswijayanti
Topic
#ingatpesanibu, #3m, #satgas, #corona, #covid19, #cucitangan