Foto-foto: Yos
Acara yang dihadiri 5600 kader PKK dan 27 kepala daerah kota dan kabupaten di seluruh Jawa Barat itu terdiri drai berbagai kegiatan. Dimulai dengan jalan pagi sejauh 2,5 kilometer dari Jalan Pusdai menuju Lapangan Gasibu yang diikuti oleh para ibu, anak-anak sekolah, dengan iringan drum band dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Wajah-wajah segar dan penuh semangat terlihat, sambil memegang aneka poster berkaitan dengan pencegahan stunting. Seperti Imunisasi itu penting. Sanitasi yang baik. Cegah Cacingan. Pemberian Makanan Bernutrisi dan lain sebagainya. Sesampai di Gasibu, mereka pun melakukan senam bersama, senam cegah stunting, yang koreografi senamnya diciptakan oleh tim dari Universitas Padjajaran, Bandung.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menambahkan, pemerintahannya serius dalam melakukan investasi sumber daya manusia ke depan dengan mencegah gizi buruk, gagal tumbuh, perbaikan sanitasi, termasuk pemberian vaksinasi.
Menurut Ridwan Kamil, Indonesia memang masih mengalami persoalan serius dalam masalah stunting. “Data menunjukkan, 1 dari 3 anak Indonesia mengalami stunting, dan di Jawa Barat, data tahun 2017 menunjukkan 29,2 persen anak gagal tumbuh,” ujarnya.
Dari 17 kabupaten dan kota yang ada di Jawa Barat, prioritas perhatian akan diberikan kepada 16 daerah yang memiliki angka gagal tumbuh tinggi, di antaranya adalah Bogor, Sukabumi, Cianjur, Tasikmayala, Bandung, Bandung Barat, dan Garut yang memiliki angka stunting tertinggi, yaitu 43 persen.
Karena itu, kerjasama dengan segenap pihak diperlukan. Untuk itu, Atalia mengapresiasi partner-partner yang bekerjasama dalam acara ini, dari pemerintahan pusat dan daerah, private sector, akademisi, termasuk media partner, dalam hal ini termasuk femina dan Ayahbunda.
Sebagai informasi, stunting adalah kondisi gagal tumbuh. Anak menjadi kerdil yang akan diketahui ketika anak berusia 2 tahun. Meski baru terlihat di usia 2 tahun, gagal tumbuh akibat kurang gizi kronis sebetulnya sudah terjadi jauh sebelumnya, yaitu ketika anak masih dalam kandungan. hal itulah sebabnya, mengapa meningkatkan mutu nutrisi dan gizi kaum wanita adalah hal penting.
Bahkan, menurut Dr Oz, ‘persiapan’ harus sudah dilakukan sejak masih menjadi remaja putri. “Jangan sampai terkena anemia atau hipokalemia karena itu adalah salah satu indikator gizi yang kurang. Sebaiknya, sejak remaja, seorang wanita harus memiliki status gizi yang baik sehingga ketika hamil sudah tidak mengalami kekurangan gizi,” Dr Oz menyarankan.
“Sebelumnya saya tidak mengetahui apa itu stunting, tapi acara ini membuat saya mulai paham. Kami akan berupaya untuk memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu di kelurahan kami,” ujar Siti Koniah, salah satu pengurus Posyandu di Kelurahan Cicadas, Bandung yang bersama rombongan wanita di kelurahannya tekun mengikuti acara. (f)
Topic
#stunting, #ridwankamil, #bandung, #giziburuk