Foto: Dok. Femina/Ifan Ario
Karantina Wajah Femina 2025 hari kedua benar-benar padat jadwalnya. Salah satunya disi dengan kelas Flower Arrangement: Color of Nature bersama Qory Sandioriva, Puteri Indonesia 2009 sekaligus artpreneur.
Qory menuturkan, merangkai bunga tidak hanya menghasilkan karya visual yang indah, tetapi juga bermanfaat sebagai terapi motorik dan penunjang kesehatan mental. “Bunga bisa menjadi sarana untuk menenangkan pikiran sekaligus melatih koordinasi tubuh,” ujarnya.
Foto: Dok. Femina/Ifan Ario
Sebelum praktik, Qory membekali peserta dengan dasar floristik, termasuk pentingnya memilih wadah, mengenali jenis bunga, serta memahami makna simbolis setiap rangkaian. Ia memperkenalkan teknik populer seperti basing, layering, clustering, terracing, hingga pave.
Para peserta bebas mengekspresikan imajinasi masing-masing. Qory berpesan agar selalu merapikan bunga dan daun yang layu agar rangkaian terlihat segar. Perpaduan bunga carnation atau anyelir serta mawar menghasilkan karangan bunga menawan, dengan sentuhan personal tiap perangkainya.
Foto: Dok. Femina/Vidi Putra Hagiansyah
Salah satunya, Insyira Muthia Khansa (Syira), berhasil merangkai kombinasi bunga jingga, putih, dan biru meski baru pertama kali mencoba. “Setiap warna punya makna, seperti perempuan yang lembut tapi juga tegas,” ungkap Syira.
Kelas ini juga jadi oase singkat bagi para finalis di tengah jadwal yang sangat padat. Mereka juga bisa mengasah kreativitas, sekaligus mmperlihatkan hasil kreasi bunga yang unik dan inspiratif.
Dukungan dari Indonesia Kaya, ghd Indonesia, dan Garmin Indonesia pada penyelenggaraan Wajah Femina 2025 kali ini juga menjadi bagian penting dalam upaya menginspirasi perempuan Indonesia agar terus berkembang dan berkontribusi positif bagi masyarakat. (f)
Ghina Athaya
Topic
#WajahFemina2025, #FlowerArrangement, #BerdayaBergayaBerbudaya