Film yang judulnya diambil dari nama gadis Diana ini akan diputar perdana di gelaran Venice Film Festival pada 1 September. Namun, publik baru bisa menikmatinya pada pada 5 November mendatang. Sebelum film itu sampai di Indonesia, simak dulu, yuk, fakta tentang film ini.
Pablo Larrain Jadi Sutradara
Ia banyak mencari tahu dan berusaha memahami tentang dongeng. Dalam cerita-cerita itu biasanya pangeran yang datang dan mencari-cari sang putri, melamarnya sebagai istri, dan kemudian bersanding sebagai ratu. “Itu dongeng. Namun, ketika seseorang memutuskan tidak mau jadi ratu, ceritanya bukan lagi dongeng. Menolak jadi ratu adalah keputusan sangat besar, yang pasti sulit untuk diambil. Dan, inilah yang menjadi inti film Spencer, tentang kenapa seseorang memutuskan untuk melakukan suatu hal. Ini, kan, cerita universal yang bisa dipahami jutaan orang,” kata Pablo.
Mengingat pentingnya peran aktris yang memerankan Diana, jatuhnya pilihan pada Kristen Stewart tampaknya memang agak meragukan. Tapi, Pablo yakin pada penampilan aktris yang tenar setelah membintangi Twilight Saga. Agar filmnya sukses, kata Pablo, ia memerlukan elemen sangat penting, yaitu misteri. “Kristen bisa tampil misterius dan rapuh, tapi pada saat yang sama bisa tampak begitu kuat. Inilah karakter yang kami perlukan.”
Kristen Stewart Lakukan Riset
Meski mengundang tanda tanya dan keraguan, banyak yang menilai bahwa ia tak lagi seperti aktris pendatang baru yang seolah haus akan ketenaran. Ia telah membentuk dirinya sebagai sosok aktris yang paling menarik dan paling tak terduga, ketika bermain dalam sederet film independen. Dan, sekarang ia memainkan karakter salah satu wanita paling populer di dunia yang sedang mengalami krisis eksistensi.
Kristen paham betul, berperan sebagai Diana akan penuh tantangan. Salah satunya adalah mempelajari aksen yang tepat. “Bagi saya, aksen Diana sangat mengintimidasi, karena orang mengenal karakter suaranya yang khas. Dengan bantuan pelatih dialek, saya berusaha keras agar bisa semirip mungkin. Saya juga melakukan banyak penelitian agar bisa berperan dengan baik. Apa yang ia alami merupakan cerita paling sedih, dan saya tidak ingin sekadar memerankan Diana, melainkan juga mengenal pribadinya,” kata Kristen.
Cerita 3 Hari
Film ini juga tidak mengungkit tentang kematian Diana yang tragis setelah ia meninggalkan istana, namun lebih banyak berkisah tentang hubungannya dengan Charles yang hancur, dan cintanya yang dalam bagi kedua putranya, Pangeran William dan Pangeran Harry.
“Ia meninggal bertahun-tahun setelah kejadian yang ditampilkan dalam film. Kami hanya menyoroti tiga hari dalam hidupnya dan tiga hari itu adalah waktu yang sangat pendek. Tapi, penonton akan bisa mendapatkan perspektif yang lebih luas tentang Diana. Kita semua tahu takdirnya dan apa yang terjadi padanya, jadi hal itu tak perlu lagi diungkap dalam film. Kami tetap fokus pada cerita ketika dia bisa menentukan ke mana ia ingin pergi dan ingin menjadi siapa,” kata Pablo. (f)
Baca Juga:
4 Hal yang Mungkin Terjadi Setelah Harry dan Meghan Mundur Sebagai Anggota Kerajaan
Intip Tata Krama Jadi Anggota Kerajaan Tersohor Masa Kini, dari Inggris hingga Bhutan
Setelah Menjadi Bangsawan Meghan Markle Dikabarkan Kesepian Dan Sulit Percaya Pada Teman
Topic
#spencer, #ladydiana, #kristenstewart