Foto: Twitter / @realDonaldTrump
Pada 8 November waktu Amerika Serikat, pemilihan presiden Amerika Serikat ke-45 dilaksanakan. Setelah melalui proses perhitungan, Donald Trump dari Partai Republik unggul dengan memperoleh 276 electoral votes. Lawannya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, mendapatkan 218 electoral votes.
Kedua calon presiden ini kejar mengejar dalam perhitungan suara pemilu. Hillary sempat unggul 68 electoral votes di awal perhitungan, sedangkan Donald hanya mendapatkan 66 electoral votes. Namun lama kelamaan, Donald ‘tancap gas’ dan menang di beberapa negara bagian krusial, seperti Florida, Ohio, Iowa, Carolina Utara, Pennsylvania, dan Winconsin.
“Saya baru saja menerima telepon dari sekretaris Hillary. Dia memberi ucapan selamat. Ini tentang kita, di kemenangan kita, dan saya menyelamati Hillary dan keluarganya untuk kerja kerasnya selama kampanye. Dia penuh daya juang dan bekerja untuk waktu yang lama. Kita berutang untuk membalas kerja kerasnya untuk negara. Ini waktunya bagi Amerika, baik Republik maupun Demokrat, untuk bersatu,” ujar Donald di pidato kemenangannya seperti yang dikutip dari Vox.
Beberapa jam sebelum kemenangan Donald, Hillary mengucapkan terima kasih untuk timnya melalui akun Twitternya, @HillaryClinton.
“Tim ini membanggakan dalam banyak hal. Apapun yang terjadi malam ini, saya ucapkan terima kasih untuk segalanya.”
Foto: Twitter / @HillaryClinton
Di pemilihan suara ini, Hillary memperoleh kemenangan di beberapa negara bagian seperti New York, Illinois, Massachusetts, New Jersey, Rhode Island, Connecticut, Delaware, dan Vermont. Namun di beberapa negara bagian krusial Hillary tertinggal hingga akhirnya harus mengakui kekalahannya dari Donald.
Sebelum menjadi calon presiden, Hillary sudah malang melintang di dunia politik sejak tahun 2001. Sebelumnya, dia menjadi ibu negara saat suaminya, Bill Clinton, menjabat sebagai presiden AS di tahun 1993-2001. Selama delapan tahun setelahnya, Hillary pun menjabat anggota senat dari New York dan sempat mencalonkan diri menjadi presiden di tahun 2008 berhadapan dengan Barack Obama. Hingga akhirnya dia menjadi Menteri Luar Negeri AS di periode 2009-2013.
Ketika akhirnya Hillary terpilih sebagai calon presiden AS tahun ini, banyak orang yang mengira dia akan menjadi presiden wanita pertama di AS. Namun, hasil voting menentukan yang sebaliknya bahwa Donald pun lebih unggul. (f)
Baca juga:
Fakta dari Arena Debat Calon Presiden Amerika Serikat & 3 Momen Debat Donald Trump VS Hillary Clinton
10 Momen Selebritas Minggu Ini: Jennifer Lopez & Marc Anthony Bersatu Dukung Hillary Clinton
Pemilihan Presiden Amerika Serikat: 70 Penerima Nobel Mendukung Hillary Clinton & Perdebatan Tentang Isu Perubahan Iklim
Topic
#pilpresamerika