Foto: Instagram/@realdonaldtrump, Fox News, CNN
Aksi protes tersebut setidaknya berlangsung di tujuh kota, di antaranya Washington, San Fransisco, Manhattan, New York, juga Portland. Seperti dilansir CNN.com, bahkan sempat terjadi huru-hara di Portland, Oregon pada Sabtu malam karena demonstran mulai melempar botol ke arah polisi dan melakukan tindakan vandalisme. Karena itulah polisi Portland menangkap 71 orang yang dianggap mengancam keselamatan warga.
Donald secara tidak langsung menanggapi permintaan para demonstran untuk memikirkan ulang nasib imigran di AS. Jika dalam program kampanyenya Donald berniat memulangkan 2-3juta imigran yang dianggap berbahaya karena memiliki catatan kriminal, melalui wawancara dengan program CBS “60 Minutes”, ia mengubah pikiran. Prioritasnya sekarang adalah memulangkan 11 juta imigran ilegal dari AS.
“Setelah perbatasan diperkuat dan aktivitas kembali normal, kami akan memikirkan kembali mereka yang akan masuk ke AS. Namun, yang utama adalah meningkatkan keamanan di perbatasan Amerika-Meksiko,” ungkap Donald kepada Lesley Stahl yang mewawancarainya.
Namun, soal aborsi, Donald mengaku akan tetap bertahan pada misi kampanyenya yang pro-life. Ia tidak bersedia melegalkan aborsi atas dasar hak asasi manusia.
Ketika ditanya oleh Lesley, apakah Donald menyadari dirinya menakutkan bagi sebagian warga As sehingga timbul demo massal, ia meyakinkan bahwa orang-orang tersebut belum diberi kesempatan untuk mengenal dirinya.
“Mereka melakukan demo karena belum mengenal saya. Saya ingin mereka tidak perlu takut. Bersama-sama kita akan mengembalikan kejayaan negara. Kita baru saja melalui pemilu dan wajar bila hasilnya menimbulkan protes buat sebagian orang. Beri mereka waktu. Mungkin akan berbeda jika Hillary Clinton yang menang. Jika orang-orang saya yang melakukan demo tersebut, maka masyarakat hanya akan berkomentar, 'Sangat disayangkan'. Sikap mereka akan berbeda. Menurut saya, terjadi double standard di Amerika,” kata Donald yang sekaligus meminta warga untuk berhenti melakukan aksi vandalisme.
Bagaimana komentar Anda mengenai perubahan program Donald Trump? Share di kolom komentar, ya. (f)
Baca juga:
Pertemuan Perdana Setelah Pemilihan Presiden, Barack Obama Ingin Donald Trump Sukses Memimpin
8 Fakta Melania Trump, Calon First Lady Amerika yang Baru
Donald Trump: Hillary Clinton Sudah Memberikan Selamat
Topic
#DonaldTrump