Foto: Fotosearch
Faktanya, untuk menjadi fasih digital, seseorang juga harus mampu menggunakan perkembangan teknologi digital secara efektif dan etis untuk menambah pengetahuan, terkoneksi dengan lingkungan, dan mengembangkan diri. Teknologi digital yang dimaksud di sini bukan hanya penggunaan media sosial, melainkan penerapan teknologi digital di berbagai dimensi. Seperti penggunaan perangkat kolaborasi (webcam dan aplikasi pesan instan), aplikasi manajemen, kursus online, e-banking, mesin pencari, hingga keywords.
Berangkat dari hal tersebut, riset Getting to Equal: How Digital is Helping Close the Gender Gap at Work yang dilakukan konsultan manajemen Accenture tahun 2016 secara global merangkum hasil survei daring terhadap 4.900 pria dan wanita dari 31 negara. Hasilnya, kefasihan digital ternyata belum rata menyentuh penggunanya di berbagai belahan dunia. Amerika Serikat, Belanda, Australia, Inggris, dan negara-negara Nordic secara keseluruhan memiliki nilai tertinggi untuk kefasihan digital. Sementara itu, Meksiko, Filipina, Indonesia, dan India harus ‘puas’ menjadi empat negara di peringkat terendah.
Dari hasil riset semua negara peserta juga ditemukan fakta bahwa nilai kefasihan digital pria lebih tinggi daripada wanita. Negara-negara Nordic atau Eropa Utara, Amerika Serikat, serta Inggris, menduduki peringkat atas. Namun, di negara yang kefasihan digital wanitanya tinggi, kesetaraan gender di tempat kerjanya juga cenderung tinggi, seperti wanita Belanda,
“Secara keseluruhan, hasil riset global menunjukkan bahwa wanita dan pria memiliki kefasihan digital yang tidak berbeda jauh. Tetapi, wanita lebih passionate terhadap hubungan sosial mereka. Sementara, kalau dari sudut pandang pekerjaan, pria lebih tekun mencari informasi terkini,” ungkap Neneng Goenadi, Country Managing Director Accenture Indonesia,
Meski berada di posisi terendah, uniknya, responden di Indonesia, India, Filipina, dan Meksiko tetap yakin bahwa teknologi digital dapat membantu mereka meningkatkan pendidikan dan pekerjaan. Selain itu, mereka juga percaya bahwa meski wanita masih tertinggal dari kaum pria dalam memanfaatkan teknologi digital, wanita memiliki peluang besar untuk mengejar ketertinggalan tersebut. (f)
Topic
#wanitadandigital