Untuk kali kedua, High Tea Talk diadakan kembali oleh Femina bersama komunitas Wanita Wirausaha Femina (Wanwir Femina) dan DBS Treasures di La Moda, Plaza Indonesia, pada Senin (4/9/2023). Kali ini, 35 tamu undangan yang terdiri dari wanita wirausaha pilihan Femina dan DBS Treasures, hadir dan mengikuti acara bertajuk "Proyeksi dan Dampak Pemilu 2024 Terhadap Bisnis Wirausaha". Acara lanjutan dari acara High Tea Talk pertama pada Agustus lalu ini diselenggarakan karena minat yang besar dari para pengusaha perempuan Indonesia terkait literasi keuangan.
Hal tersebut tentu sejalan dengan temuan DBS Treasure dimana portfolio berdasarkan gender 50%-50%, pria hanya sedikit lebih tinggi dari perempuan. Ini artinya, perempuan juga mulai melek investasi. "Ada yang sudah tahu apa yang dia mau, accelerate growth dan berani menanggung risiko demi mengejar yield return yang lebih tinggi, tapi ada juga yang masih belajar mau invest di low risk produk. Masih explorasi, butuh di navigate atau dipandu ke peluang yang tepat," ungkap Pisa Valensia, Head of Sales and Distribution PT Bank DBS Indonesia, salah satu pembicara.
Acara yang dipandu oleh Petty S. Fatimah, Editor in Chief Femina ini juga menghadirkan Eko Listiyanto, Wakil Direktur INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) yang berbagi banyak informasi, insight juga nasihat investasi kepada semua audiens yang hadir secara luring dan daring.
Lima Sektor Usaha Diprediksi Menggeliat
Topik diskusi dari kedua pembicara kali ini sangat menarik sehingga audiens antusias bertanya juga berbagi pengalaman sepanjang acara yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB. Masih mengusung tema besar seputar proyeksi usaha dan investasi di tahun Pemilu 2024, Eko membuka sesi talkshow dengan membeberkan beberapa sektor usaha yang menggeliat distimulasi oleh Pemilu tahun 2024."Ada lima sektor yang terdongkrak Pemilu 2024 karena setiap daerah di Indonesia melaksanakan kampanye, meningkatkan elektabilitas, memastikan kandidat akan terpilih, dan kelima faktor ini terstimulasi lebih besar di triwulan kedua dalam tahun Pemilu," ungkap pria lulusan Pascasarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tersebut sambil menyebutkan 5 sektor yang dimaksud yaitu makanan dan minuman, pakaian, alas kaki dan jasa perawatan, transportasi, restoran dan hotel, serta perlengkapan rumah tangga.
Soal bagaimana memprediksi jenis dan peluang usaha di tahun Pemilu, Eko menyarankan pengusaha selalu update dengan rencana 100 hari pemerintahan pasangan calon presiden yang menonjol. Bisnis yang mengakselerasi ekonomi dan tergambar dalam rencana seratus hari, biasanya akan sangat di-highlight oleh pemerintah. Setelah presiden dan kabinet dilantik, gebrakan menteri di masing-masing kabinet juga akan menjadi clue untuk menentukan langkah selanjutnya.
Nilai Tukar Rupiah dan IHSG
Dengan adanya Pemilu, outlook ekonomi pada tahun depan menunjukkan ada banyak industri yang terlibat dan mendapatkan multiplier effect dari aktivitas politik di tanah air. Beberapa industri yang potensial terdampak dapat diuntungkan dalam fase sebelum, saat dan setelah Pemilu. Pada fase sebelum Pemilu, semua sektor yang mendorong peningkatan elektabilitas kandidat dan partai seperti media dan hospitality, akan mendapat dampak positif dari Pemilu. Lalu, agrobisnis, industri makanan dan minuman, industri kulit, industri kayu, maupun industri kertas juga akan terdongkrak. Sedangkan pasca-Pemilu, industri jangka menengah panjang seperti konstruksi akan diuntungkan. Masih ada pula industri yang terdampak positif pada semua fase Pemilu yakni produk makanan dan minuman.Suasana High Tea Talk berlangsung santai namun padat informasi yang membantu para pengusaha dalam menentukan langkah usaha maupun investasi di tahun Pemilu 2024 nanti. Foto: Tody Harianto
"Tahun depan, akan ada sekitar dua puluh lima triliun rupiah yang akan digelontorkan pemerintah untuk Pemilu ini. Dan GDP (Gross Domestic Product) Indonesia selalu bertumbuh selama 4 periode Pemilu terakhir. Jadi kalau bisa disebutkan, Pemilu kita ini justru menunjukkan sentimen positif produk domestik tetap bertumbuh. Begitu pula peluang berinvestasi," ujar Pisa Valensia melansir beberapa informasi dari media massa.
Masih menurut Pisa, strategi perlu diambil para pengusaha dengan banyaknya sektor yang bergairah tahun depan, terutama untuk mengembangkan usaha juga kekayaan pribadi melalui investasi. Dengan adanya insight beberapa usaha dan juga informasi yang berkembang menjelang terpilihnya presiden negara ini nanti, para pemilik uang juga dapat menentukan produk investasi yang akan dipilih.
Namun pada dasarnya, berinvestasi sesuai profil risiko masing-masing di tahun Pemilu merupakan pilihan cerdas karena dua variabel utama investasi semua diramalkan akan positif di tahun depan.
Bahasan tentang investasi dan peluang usaha di tahun Pemilu 2024 selalu dinanti para pengusaha perempuan Indonesia. Foto: Tody Harianto
Manfaatkan Layanan Perbankan
Di tengah perbincangan hangat bersama ekonom dan praktisi perbankan, peserta luring High Tea Talk diajak bermain games untuk mencari tahu profil risiko masing-masing orang, ditemani para Relationship Manager (RM) Bank DBS yang siap membantu para tamu untuk mendapatkan saran investasi. Hasilnya, rata-rata tamu undangan memiliki profil risiko yang medium, tidak sedikit pula yang high risk."Saya cenderung low risk karena saat ini memiliki anak yang sedang kuliah. Jadi yang aman-aman saja. Tapi juga lihat tujuan dan peluangnya," ungkap Moza Paramitha pemilik usaha Lashes by Moza.
Pernyataan Moza ini kemudian ditanggapi oleh Pisa mengenai bagaimana perbankan prioritas DBS Treasures dapat mempersonalisasi strategi manajemen kekayaan sesuai aspirasi dan profil risiko tiap orang.
"Profil risiko para nasabah ini bukan hanya ditentukan sekali saja. Tapi dicek berkala ketika nasabah akan berinvestasi lagi. Kami juga akan memberikan insight dan peluang berinvestasi, jika ada produk yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi nasabah saat itu," jelas Pisa. Apabila di kemudian hari posisi keuangan dan profil risiko nasabah sudah lebih agresif, para pakar DBS Treasures juga akan memberikan kembali advisory yang sesuai dan produk dengan risiko lebih tinggi untuk mempercepat pertumbuhan portofolio. Sehingga nasabah dapat selalu yakin mengambil keputusan.
"Kami di DBS Treasures selalu menganalisis kompleksitas market sehingga menghasilkan insight yang dipersonalisasi ke nasabah, sudah dilengkapi dengan solusi yang tepat. Kami memiliki Smart Insight, yang bukan hanya dapat disampaikan Relationship Manager melalui WhatsApp dan telepon, namun juga kami deliver opportunity melalui berbagai channel agar nasabah selalu ter-update," ujar Pisa menutup acara sore tersebut.
Acara High Tea Talk kedua kali ini juga didukung oleh Jo Malone, merek parfum premium khas Britania, dan Crystallure by Wardah, skincare anti-aging premium nan mewah, yang semuanya terdapat dalam bingkisan eksklusif untuk para tamu undangan. (f)
Baca Juga:
Yakin Berinvestasi dengan Cerdas
Insight Ekonomi Bagi Wanita Wirausaha di Tahun Pemilu 2024
Jurus Kepemimpinan Melfrida Gultom
Laili Damayanti
Topic
dbs, hightea talk, iwc, wanwir femina, economic outlook 2024, investment, wanita wirausaha