Riset Sustainable Waste Indonesia (SWI) 2017 mengungkapkan setiap hari ada sekitar 65 juta ton sampah yang diproduksi di Indonesia. Dari jumlah itu, 24% sampah di Indonesia atau sekitar 15 juta ton masih tidak terkelola dan mencemari ekosistem dan lingkungan. Hanya 7% sampah didaur ulang , sementara 69% sampah berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Dari laporan itu diketahui juga jenis sampah yang paling banyak dihasilkan adalah sampah organik sebanyak 60 persen, sampah plastik 14 persen, diikuti sampah kertas (9%), metal (4,3%), kaca, kayu dan bahan lainnya (12,7%). Dari riset Analisis Arus Limbah Indonesia pada 2017 selama enam bulan di Jakarta Selatan dan Ambon, itu ada 1,3 juta sampah plastik per tahun yang tidak dikelola.
Berbagai hasil studi bahkan menemukan bahwa Indonesia adalah pencemar sampah plastik nomor dua di dunia setelah Tiongkok.
Meski aktivis lingkungan hidup bersuara sampai serak dan banyak media memeringatkan bahaya dari sampah yang tak terkelola secara baik, namun menumbuhkan kesadaran jutaan masyarakat Indonesia masih jadi pekerjaan rumah besar.
Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional Modul Ketahanan Sosial 2017 (Susenas Modul Hansos 2017) mengungkapkan Indeks Perilaku Ketidakpedulian Lingkungan Hidup (IPKLH) terhadap sampah merupakan yang terbesar dengan 35,53%. Angka tersebut paling tinggi dibandingkan dengan ketidakpedulian terhadap transportasi pribadi sebesar 34,93%, penghematan air sebesar 21,68%, dan pengelolaan energi 7,86%.
Kepedulian masyarakat untuk mengurangi sampah akan diuji pada momen lebaran ini. Puasa ramadan idealnya tidak hanya menjadikan manusia peduli pada sesama saja tetapi juga peduli pada lingkungannya.
Lebaran identik dengan pesta kemenangan, baju baru, mudik, dan makan besar. Sayangnya di balik kesenangan yang dirasa, semua itu berpotensi menimbulkan peningkatan volume sampah yang sangat tinggi.
Pakaian dan berbagai barang baru yang Anda beli untuk merayakan hari raya, misalnya, berpotensi menimbulkan sampah. Baik itu dari kemasan produk, tas plastik yang digunakan saat membelinya di toko, maupun kemasan yang digunakan untuk mengirimnya jika Anda membelinya lewat toko online. Begitu juga makanan dalam kemasan yang berlimpah saat lebaran. Perut dan keranjang sampah pun sama-sama membludak. Padahal, idealnya kekuatan untuk menahan nafsu selama ramadan juga bisa membuat Anda mengendalikan nafsu (belanja dan makan) saat merayakan lebaran.
Sementara pergerakan mudik berarti penggunaan bahan bakar kendaaraan yang lebih besar, juga berpotensi menimbulkan polusi lebih banyak.
Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk membuat lebaran kali ini lebih ‘hijau’? Lakukan aksi-aksi kecil tapi berarti. Seperti menggunakan stoples makanan yang terbuat dari kaca ketimbang stoples plasti yang biasanya hanya digunakan sekali karena mudah rusak.
Jika akan mengirim antaran atau hampers, sebisa mungkin gunakan kemasan yang bisa digunakan kembali. Ali-alih menggunakan kotak dan pembungkus plastik, Anda bisa menggunakan tas besar yang bisa digunakan untuk belanja ke supermarket setelahnya. Oiya, kiriman buah segar pastinya lebih ramah lingkungan dan menyehatkan.
Baju lebaran? Saran untuk mengenakan baju terbaik bukan berarti membeli baju dan perlengkapan salat baru dengan model terkini.
Daripada menyuguhkan minuman dalam kemasan plastik (lengkap dengan sedotan plastik) dan tatakan kertas, lebih baik Anda menggunakan perangkat makan cantik dalam ukuran kecil atau sedang. Tak harus disajikan dengan menuangkan minuman dan makanan secara penuh, biarkan tamu mengambil sendiri jika memang menginginkannya. Dengan begitu, sisa makanan bisa diminimalisir.
Jika menggunakan mobil untuk bersilaturahmi, ziarah, atau mudik, pastikan mobil Anda terawat baik, tidak kelebihan beban, sehingga penggunaan bahan bakar lebih efisien dan hemat. Lakukan salat ied di lingkungan terdekat yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki.
Yuk, biasakan diri untuk lebih ‘hijau’ sejak lebaran kali ini. (f)
Sehatnya Perayaan Hari Raya Idulfitri
Agar Mudik Lebaran Selamat, Pastikan Posisi Menyetir dan Sabuk Keamanan Yang Tepat
Aman Berkendara Di Jalur Mudik Yang Sarat Truk dan Bus
Topic
#puasadanlebaran, #sampah, #lingkungahidup