Trending Topic
Bersiap Hybrid Education dengan Inovasi Teknologi

1 Jun 2021


Foto: Freepik


Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Kementerian Indonesia - yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Dalam Negeri - periode hybrid learning atau blended learning akan segera diaplikasikan di Indonesia. Ini artinya proses belajar mengajar akan dilaksanakan dalam dua metode bersamaan, yaitu secara daring dan tatap muka. Tentunya bagi orang tua ada banyak pertanyaan yang muncul tentang rencana kembali ke sekolah tatap muka, mengingat pandemi belum berakhir. Bagaimanapun kesehatan anak tetap harus menjadi prioritas. 

Menyikapi situasi ini, berbagai institusi pendidikan baik negeri maupun swasta beberapa bulan terakhir mulai menyiapkan rancangan skenario jika anak-anak kembali ke sekolah. Selain kesiapan guru, murid, dan orang tua, fasilitas sekolah juga harus cukup menunjang pelaksanaan proses belajar tatap muka, tanpa mengesampingkan keamanan dan kesehatan anak. 

Sampoerna Academy, misalnya sebagai institusi pendidikan tinggi bertaraf internasional telah mengambil langkah ekstra melalui kemitraan bersama agensi inspeksi dan verifikasi internasional SGS (Société Générale de Surveillance) serta perusahaan telehealth Halodoc untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak. 

Menurut Dr. Mustafa Guvercin, School Director Sampoerna Academy, kerjasama strategis tersebut menjadi inisiatif untuk memastikan protokol kebersihan dan disinfeksi sesuai dengan standard Internasional dan juga nasional. 

Menanggapi hal tersebut, President Director SGS, Jogani shashibhushan mengatakan bahwa SGS menerapkan layanan terbarunya yaitu SGS Disinfection Monitored Mark dengan menyediakan protokol-protokol khusus yang mengatur dengan rinci untuk diterapkan di lingkungan sekolah yang lebih sehat. 

Salah satu yang diterapkan Sampoerna Academy adalah aplikasi teknologi Ultra-wide Band di seluruh sekolah ketika sekolah tata muka bernar-benar dijalankan. Bahkan Sampoerna Academy juga menjadi sekolah pertama di Indonesia yang memperkenalkan teknologi ini. 
Advertisement

Ultra-wide Band (UWB) merupakan perangkat kartu yang dapat membantu mengingatkan siswa untuk menjaga jarak aman (1.5 meter) selama berada di lingkungan sekolah. Perangkat ini dapat digunakan di seluruh kampus Sampoerna Academy dan mampu memberikan Real-Time Distance Alert di setiap aktivitas belajar mengajar. 

UWB juga dilengkapi dengan kemampuan Contact Tracing yang dapat memberikan informasi mengenai siapa, dimana, dan berapa lama siswa berinteraksi dengan siswa lain. Tidak hanya digunakan oleh siswa dan guru, perangkat UWB juga ditempatkan di area umum untuk memastikan seluruh interaksi terbaca dengan baik. Data yang telah dikumpulkan melalui metode Contact Tracing akan disimpan untuk pemantauan lebih jauh.

Menyadari kegelisahan banyak orang tua terhadap kesehatan anak selama masa pandemic COVID-19, kolaborasi Sampoerna Academy dengan Halodoc juga memberikan platform dukungan moral bagi para orang tua melalui diskusi bulanan dengan mitra dokter Halodoc untuk menjawab topik-topik kesehatan serta akses untuk layanan konsultasi dokter virtual kapan saja, dimana saja.

Menjadi tanggung jawab semua pihak untuk benar-benar memperhatikan kondisi anak-anak selama mereka di sekolah di masa sekarang ini dimana pandemi COVID-19 belum berakhir. (f) 


Baca Juga: 
Platform untuk Melaporkan Perundungan di Sekolah untuk Cegah Bullying
Mati Gaya Liburan #DiRumahAja? Ajak Anak Gemar Membaca
85 Sekolah di Jakarta Mulai Uji Coba Belajar Tatap Muka, Ini Persiapannya



Faunda Liswijayanti


Topic

#sekolah, #hybrideducation, #sekolahtatapmuka

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?