Foto: Pixabay
Banyaknya orang yang datang dari segala penjuru kota, seringkali menjadikan pasar penuh sesak. Kebersihan yang kurang terjaga, serta standar sanitasi dan higienis yang belum ketat, membuat pasar menjadi tempat yang berisiko.
Berikut penjelasan dr Reisa Broto Asmoro, sebagai Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional tentang protokol aktivitas jual beli di pasar di masa kebiasaan baru ini.
1/ Selalu menggunakan masker atau face shield serta sarung tangan selama beraktivitas di pasar.
2/ Tidak menyentuh area wajah terutama mata, hidung, dan mulut, ketika berdagang.
3/ Tidak menaik turunkan masker dengan tangan yang kotor.
4/ Cuci tangan sesering mungkin memakai sabun.
5/ Pedagang yang diperbolehkan melakukan aktivitas jual beli di pasar adalah mereka yang memiliki suhu tubuh di bawah 37,3 derajat celcius.
6/ Pemeriksaan suhu tubuh bagi para pedagang, wajib dilakukan sebelum pasar dibuka.
7/ Orang dengan gangguan pernafasan seperti batuk, flu dianjurkan tidak masuk ke pasar.
8/ Pedagang wajib menjaga kebersihan masing-masing kios atau lapak dan sarana umum seperti toilet, tempat parkir dan tempat pembuangan sampah.
9/ Semua pedagan juga harus negatif COVID-19 yang dibuktikan dari hasil pemeriksaan melalui Polymerase Chain Reaction (PCR) atau tes cepat menggunakan alat rapid test yang akan difasilitasi oleh pemerintah daerah.
10/ Jumlah pengunjung pasar juga dibatasi hingga 30 persen dari jumlah pengunjung sebelum pandemi COVID-19. Pengelola pasar harus mengawasi pergerakan pengunjung di pintu masuk dan pintu keluar pasar, guna mencegah terjadinya kerumunan pembeli serta membatasi jarak dengan pembeli, minimal satu setengah meter.
11/ Pengelola pasar harus selalu menjaga kebersihan dengan menyemprot desinfektan secara berkala, setiap 2 hari sekali.
12/ Pengelola wajib menyediakan tempat cuci tangan, sabun, atau minimal hand sanitizer di area pasar, dan toko swalayan. Pengunjung yang akan masuk ke pasar, diwajibkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu.
13/ Para pedagang juga wajib mengoptimalkan ruang bMenurut dr Reisa, penerapan kebiasaan baru di lingkungan pasar, supermarket dan tempat belanja retail lainnya sebenarnya tidak sulit dilakukan. "Kalau pasar kita sehat, masyarakat kita makin kuat, agar tetap semangat bersatu melawan COVID-19 sampai menang,” pungkas Dokter Reisa. (f)
Baca Juga:
Saran dr Reisa Broto Asmoro untuk Mengurangi Risiko COVID-19 saat di Kendaraan Umum
5 Kebiasaan Baik Yang Harus Dipertahankan Selama New Normal
Menghadapi Fase 'New Normal', Perlukah Menggunakan Face Shield?
Faunda Liswijayanti
Topic
#newnormal, #corona, #covid19, #pasar