Trending Topic
Alat Penanda Ibu Hamil pada Transportasi Umum di Dunia

5 Aug 2016


Foto: YouTube, tfl.gov.uk, Rocketnews24

 
Bukan perkara mudah untuk seorang ibu hamil menggunakan transportasi umum bagi aktivitasnya sehari-hari. Mereka selalu kesulitan mendapatkan tempat duduk karena terbatasnya jumlah kursi khusus ibu hamil. Bahkan kadang tanda kursi khusus tersebut tidak diindahkan oleh yang lain. Sementara, penumpang lain juga sering ragu memberikan tempat duduk karena kesulitan menentukan seorang perempuan sedang hamil atau tidak, disamping ada penumpang yang memang enggan memberikan tempat duduk.
 
Oleh karena alasan tersebut, beberapa negara berikut memberikan penanda khusus bagi para ibu hamil untuk memudahkan mereka, juga penumpang lain dalam mengenali mereka. Teknologi atau cara yang bisa jadi solusi ramah ibu hamil saat ini. Mungkin, bisa jadi inspirasi pemerintah Indonesia untuk menirunya?
 
1. Gantungan kunci “Baby on board” di Jepang


Supaya pengguna transportasi subway atau bus menyadari kehadiran wanita hamil, para calon ibu tersebut mengenakan gantungan kunci yang dapat diletakkan pada tas mereka. Gantungan kunci tersebut berwarna pink, bertuliskan “baby on board”, dengan gambar desain yang imut. Lucu! Gantungan kunci ini akan diberikan oleh klinik tempat para wanita hamil tadi berkonsultasi, juga tersedia di kantor-kantor stasiun kereta bawah tanah setempat.
 

2. Pin “Baby on board!” di Inggris
Advertisement

 Sedangkan, di London, wanita hamil bisa mengenakan pin bertuliskan baby on board saat naik angkutan umum. Pin ini bisa didapatkan dari departemen transportasi kota London, Transport for London (https://tfl.gov.uk). Untuk memperolehnya, ibu hamil harus mengisi formulir yang ada di website tersebut atau kirim email ke babyonboard@tfl.gov.uk. Dalam beberapa hari, pihak TfL akan mengirimkan pin pada alamat tempat tinggal Anda di London.
 

3.  Alarm cahaya pink di Korea Selatan

 
Pemerintah kota Busan di Korea Selatan mencoba sebuah teknologi baru untuk menandakan keberadaan ibu hamil pada subway mereka. Sensor ini berupa alarm yang mudah dibawa dengan sensor otomatis menggunakan bluetooth. Begitu ibu hamil tersebut menaiki subway yang dijalankan Busan-Gimhae Light Rail, sensor akan mengaktifkan alarm yang tertempel pada gerbong.
 
Alarm yang aktif menghasilkan cahaya warna pink, menerangi gambar ibu hamil di alat tersebut. Dengan begitu, penumpang bisa menyadari keberadaan mereka dan bergegas memberikan tempat duduk—di mana pun mereka duduk. Penumpang pun tidak perlu ragu-ragu atau bertanya apakah seorang wanita di hadapannya sedang hamil atau tidak—kadang malu, kan, ‘menuduh’ wanita hamil padahal sedang tidak mengandung.
 
Alat sensornya sendiri memiliki daya tahan baterai selama enam bulan dan harus diletakkan di luar tas atau kantong supaya sinyalnya kuat. Tentu, tidak sembarang orang bisa mendapatkan alat ini. Wanita yang ingin menggunakannya harus mendaftar secara online di situs www.pinklights.kr. Pada pendaftarannya, wanita tersebut harus bisa menunjukkan bukti (mengonfirmasi) kehamilannya, baru bisa mendapatkan alat sensor tadi. Jadi, tidak bisa berbohong atau menipu untuk mendapatkannya.(f)
 
 
 



Topic

#penandaibuhamil

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?