Namun, kini Indonesia punya harapan baru. Putri Kusuma Wardani yang masih berusia 18 tahun dan baru beranjak dari kelompok usia junior memberi kejutan manis dengan menjuarai Spain Masters 2021 yang digelar di Huelva, Spanyol, 18 - 23 Mei 2021. Sudah lama Indonesia menanti gelar juara di sektor tunggal putri. Terakhir kali, gelar dengan kelas yang sama, yatu Super 300, diraih oleh Fitriani di Thailand Master 2019. Sejak itu, belum ada lagi pemain tunggal putri Indonesia yang berhasil memetik kemenangan.
Tak ada ekspresi senang berlebihan ketika Putri meraih angka ke-21 sebagai penanda kemenangannya. Ia berlari menuju sudut lapangan dan mendekap pelatihnya, yang disambut dengan pelukan hangat dan acungan jempol dari sang pelatih. Ketika kembali ke lapangan, Putri sempat terlihat mengusap air mata haru dan bahagianya. "Kemenangan ini untuk keluarga, pelatih, dan teman-teman tunggal putri. Juga untuk PBSI dan masyarakat Indonesia," kata Putri, mengutip dari Tempo. Ia bertekad untuk berlatih lebih giat agar bisa meraih lebih banyak gelar di turnamen yang lebih besar.
Putri yang disebut-sebut anak ajaib ini memang punya mental baja. Ia tak gentar menghadapi lawan yang jauh lebih senior dengan peringkat BWF yang jauh lebih tinggi. Kala mengikuti home tournament pun ia bisa mengalahkan seniornya, seperti Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani.
Perjalanan Putri yang berada di peringkat 200 menuju titik kemenangan bukan hal yang mudah. Pada babak-babak sebelumnya ia kerap kali harus bermain 3 set demi mampu meraih tiket untuk melaju ke babak berikut. Putri juga menjaga fokusnya di babak final agar bisa mengalahkan Line Christophersen dari Denmark yang berada di peringkat 31 BWF, dan ia pun berhasil menang dengan 2 set langsung.
Yang lebih membanggakan, Putri bukan satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil membawa pulang trofi juara. Ada 3 wakil lain yang juga mempersembahkan gelar bagi Indonesia, yaitu Yulfira Barkah dan Febby Valencia Dwijayanti di ganda putri, Rinov Rivaldy dan Pitha Haningtyas Mentari di ganda campuran, serta Pramudya Kusumawardana dan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan di ganda putra. Sebenarnya, Indonesia juga menempatkan pemain tunggal putra di babak final, yaitu Chico Auta Dwi Wardoyo. Namun, ia harus mengakui keunggulan pemain Prancis.
Absennya banyak pemain dari sejumlah negara, termasuk Jepang, Cina, dan India, memang membuka peluang bagi pemain Indonesia untuk menjadi pemenang. Namun, peluang itu akan terlewat begitu saja, jika mereka tidak mampu memanfaatkannya dengan baik.
Well done, Putri and Team Indonesia! Keep up the good work! (f)
Baca Juga:
Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis All England 2021 Siap Digelar, Indonesia Bawa Tim Terbaik
Resmi Gantung Raket, Ini 10 Fakta tentang Tontowi Ahmad
Kontroversi Olimpiade Tokyo, Dari Petisi Hingga Surat Terbuka
Topic
#putrikusumawardani, #badminton, #juara