Selain COVID-19, ada penyakit baru yang mulai melanda di seluruh dunia. Penyakit ini cukup mengkhawatirkan karena saat ini belum diketahui asal dan jenisnya. Bahkan para ahli menyebut penyakit ini sebagai Hepatitis Misterius. Nah, agar lebih waspada pada penyakit yang baru muncul ini, cek beberapa fakta seputar Hepatitis Misterius ini:
1/ Menyerang Anak-anak
Kenyataan inilah yang membuat para ahli kesehatan menjadi bingung. Hepatitis misterius ini hanya menyerang anak-anak. Virus hepatitis yang membuat peradangan pada hati ini sebenarnya jarang menyerang anak-anak. Namun, penyakit hepatitis misterius ini pasiennya justru anak-anak berusia di bawah 16 tahun. Bahkan dilansir dari The Scientist, di UK, AS, dan Spanyol, kebanyakan menyerang anak-anak di bawah 10 tahun.2/ Penyebarannya yang cepat
Hal lain yang juga mengherankan adalah penyebaran penyakit ini lebih cepat daripada hepatitis biasa. Berdasarkan siaran pers WHO, kasus hepatitis misterius ini pertama kali ditemukan di Scotlandia pada tanggal 5 April 2022. Dalam waktu 3 hari sebanyak 74 kasus yang sama ditemukan di Inggris. Kini, menurut Live Science, sudah ada sekitar 200 kasus yang melanda belasan negara di seluruh dunia.3/ Penyakit Berbahaya
Sejak kemunculan pertama penyakit ini, WHO dan ahli kesehatan sudah memberikan peringatan kalau hepatitis misterius ini termasuk penyakit berbahaya. Pasalnya, pada pertengahan April lalu, belasan pasien anak di Eropa dan AS sampai harus menjalani transplantasi hati akibat penyakit ini. Penyakit ini pun semakin mengkhawatirkan dengan adanya korban meninggal dunia di Indonesia.4/ Kasus Kematian Terbanyak ada di Indonesia
Saat ini sudah ada 4 kasus kematian akibat penyakit ini dan jumlah kematian terbanyak ada di Indonesia. Penyakit hepatitis misterius pertama kali ditemukan di Indonesia tanggal 27 April 2022 pada tiga pasien anak yang dirawat di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Namun, nyawa ketiga pasien ini tidak tertolong sehingga akhirnya menambah daftar kematian akibat hepatitis misterius. Dilansir dari Jawa Pos, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan sejauh ini total sudah 15 anak di Indonesia terkonfirmasi terpapar hepatitis akut misterius.5/ Infeksi Adenovirus Dicurigai sebagai Penyebabnya
Dikutip dari Live Science, para ahli kesehatan mencurigai kalau penyebab hepatitis misterius ini adalah infeksi Adenovirus. Adenovirus adalah keluarga virus yang dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk pilek, demam, pneumonia, diare, dan mata merah. Sembilan kasus hepatitis misterius di AS dinyatakan positif adenovirus tipe 41, yang menimbulkan gejala gastrointestinal pada anak-anak. Sedangkan di Inggris, 75% dari pasien juga dinyatakan positif adenovirus. Namun, para ahli masih harus menyelidiki lebih lanjut soal penyebab hepatitis misterius ini.6/ Tidak Ada Hubungannya dengan COVID-19
Dalam artikel di Live Science, para ahli bilang kalau berdasarkan hasil penelitian sementara, penyakit ini tidak ada hubungannya dengan COVID-19. Soalnya, tidak satu pun dari pasien di AS dan Eropa yang dites positif COVID-19.Tentang isu penyebabnya adalah vaksin COVID-19, dilansir dari Tempo, epidemiologi Griffith University, Dicky Budiman dan Kepala Unit Kerja Koordinasi Gastro-Hepatologi (UKK) IDAI, Muzal Kadim membantahnya. Karena hingga saat ini belum ada bukti yang membenarkan pernyataan itu. Selain itu, pada sebagian besar kasus di dunia, termasuk Indonesia, penyakit ini malah lebih banyak menyerang anak-anak yang belum menerima vaksin COVID-19.
7/ Pahami Gejalanya
Dalam website Kementerian Kesehatan, Prof. Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp. A, dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FK UI mengatakan kalau salah satu cara pencegahan utama dampak buruk dari hepatitis misterius ini adalah pemahaman orang tua terhadap gejala awal penyakit ini.Secara umum gejala awal penyakit hepatitis akut misterius adalah mual, muntah, sakit perut, diare, dan disertai demam ringan. Gejala akan semakin berat apabila air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB berwarna putih pucat. Jika anak mengalami gejala-gejala tersebut, orang tua diminta segera memeriksakan anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis awal.
8/ Tindakan Pencegahan Mirip COVID-19
Dokter Hanifah Oswari pun bilang karena penularan penyakit ini bisa lewat saluran pernapasan, maka tindakan pencegahannya pun mirip dengan yang biasa kita lakukan sepanjang pandemi COVID-19. Yaitu, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan mengurangi mobilitas. Selain itu, selalu menjaga kebersihan di lingkungan sekitar rumah, memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi matang, dan tidak menggunakan alat makan bersama. (f)
Baca juga:
Waspada Hepatitis Akut pada Anak
Cegah Penyakit Muncul Usai Lebaran, Ini Caranya
Kekurangan Vitamin C Sebabkan Anak Mudah Lelah dan Lesu
Topic
#HepatitisMisterius, #Penyakit, #Pandemi, #KesehatanAnak