Di Hari Osteoporosis Sedunia pada 20 Oktober ini, tak ada salahnya kita introspeksi gaya hidup kita yang mungkin justru meningkatkan risiko osteoporosis.
Belum terlambat untuk memperbaiki atau menyesuaikan agar kita punya 'tabungan' tulang sehingga tulang kuat dan tidak keropos, bahkan ketika usia tua nanti. Yuk, awali dengan tahu fakta penting tentang osteoporosis!
1. Ada 2 tipe
Osteoporosis primer (tipe 1) terjadi pada wanita usia lanjut atau mulai memasuki fase menopause. Penyebab utama tipe 1 ini adalah menurunnya hormon estrogen pada wanita dan hormon androgen pada pria, yang akan menyebabkan tulang mengalami proses pengapuran dan pengeroposan.Osteoporosis sekunder (tpe 2) disebabkan oleh penyakit atau konsumsi obat-obatan tertentu. Beberapa penyakit yang rentan terserang tipe 2 ini antara lain diabetes, lupus, ginjal, liver, dan kelainan bawaan lahir.
2. Puncak tulang terbentuk di usia 30
Masa kanak-kanak dan remaja adalah masa kritis bagi pertumbuhan dan kepadatan ulang. Para periode ini ukuran dan kekuatan tulang meningkat secara signifikan sampai puncak tulang terbentuk pada usia sekitar 30 tahun. Yap, 30 tahun!3. Terjadi karena kurangnya paparan sinar matahari, asupan vitamin D, dan kalsium
Kalsium adalah nutrisi utama dalam mencegah osteoporosis, namun jumlahnya tergantung usia. Karena 99% kalsium disimpan di tulang, kita tidak boleh kekurangan kalsium. Kekurangan kalsium akan menghambat pembentukan ulang baru, dan puncak kepadatan tulang tidak tercapai dengan sempurna (tulang kurang padat).Kalsium membutuhkan vitamin D, yang berfungsi meningkatkan kadar penyerapan kalsium di dalam usus serta mengatur kadar kalsium agar tidak terlalu rendah. Vitamin D baru terserap dalam tubuh dengan bantuan sinar matahari.
Karena itu, berjemurlah di pagi hari setiap 5-15 menit setiap 2-3 kali seminggu. Jangan lupa lindungi tubuh dengan tabir surya agar terhindar dari kanker kulit.
4. Olahraga teratur dan aktif bergerak dapat mencegah osteoporosis
Olahraga secara teratur dapat meningkatkan massa otot dan mengurangi risiko fraktur sebesar 40%. Untuk mengurangi risiko osteoporosis, olahraga dengan intensitas gerak ringan-sedang sangat disarankan, seperti jalan sehat, senam, yoga, bersepeda, dan berenang.5. Rokok, minuman beralkohol dan kafein berlebih bisa memicu osteoporosis
Kebiasaan merokok, minum alkohol, sampai mengkonsumsi minuman kafein seperti kopi dalam frekuensi sering bisa berdampak pada kesehatan tulang. Zat nikotin didapatkan di dalam rokok memberikan efek toksik langsung pada osteoblast yang menyebabkan meningkatnya risiko patah tulang.Kafein berlebih (juga soda) mengurangi penyerapan kalsim pada tubuh alias jadi sia-sia.
6. Jangan anggap remeh
Jagalah kesehatan tulang agar terbebas dari osteoporosis, yang umumnya bisa menyebabkan patah tulang. WHO menyatakan bahwa 50% kejadian patah tulang panggul dapat menimbulkan cacat seumur hidup dan meningkatkan angka kematian.Sumber: Kemkes.go.id
Baca juga:
Cegah Osteoporosis Sejak Usia Muda, Diet Sehat Salah Satu Kuncinya!
Perkenalkan Ngemil Sehat Sejak Dini
Kaya Manfaat, Minyak Bekatul Dapat Mencegah Stroke
Zornia Harisantoso