Trending Topic
5 Hoax Tentang Vaksin COVID-19 Ini Menyesatkan

16 Jan 2021


Foto Dok. covid19.go.id


5/ HOAX: Vaksin COVID-19 Dapat Memperbesar Alat Kelamin Pria 
Awal tahun ini beredar di media sosial potongan surat kabar yang memuat informasi bahwa vaksin Sinovac memberi efek samping pembesaran alat kelamin. Postingan ini berawal dari akun Agus Papaa Jenggott pada 7 Januari 2021 yang mengunggah sebuah gambar potongan koran berisi narasi sebagai berikut: “Dalam sebuah jurnal terbitan Inggris misalnya, vaksin Sinovac disebutkan memberi efek samping pembesaran alat kelamin. Lelaki yang sudah disuntik vaksin buatan China tersebut disebutkan alat vitalnya memanjang sampai 3 inchi.”

Faktanya informasi tersebut adalah informasi palsu. Jubir vaksinasi COVID-19 dari BPOM, Lucia Rizka Andalusia, menegaskan informasi tersebut hoaks. Jurnal yang disebutkan di klaim adalah studi yang telah diedit judulnya.

Studi asli yang diterbitkan pada The New England Journal of Medicine berjudul Phase 1-2 Trial of a SARS-CoV-2 Recombinant Spike Protein Nanoparticle Vaccine telah diedit menjadi SARS-CoV-2 Recombinant COVID-19 Vaccine has shown to increase penis length by 3 inches in some individuals.

Dilansir dari detikcom, Lucia menegaskan informasi tersebut hoax atau menyesatkan. “Hoax lah… mana ada jurnal ilmiah pakai bahasa seperti itu. Lagian vaksin kita kan bukan rekombinan,” katanya saat dihubungi detikcom, Kamis (7/1/2021).

Advertisement
Sementara itu, dilansir dari CNN Indonesia, berdasarkan situs pengecekan fakta Snopes, hasil penelusuran di situs NEJM juga tidak ditemukan jurnal berjudul SARS-CoV-2 Recombinant COVID-19 Vaccine has shown to increase penis lenght by 3 inches in some individuals.

Salah satu bukti bahwa studi itu telah diedit terlihat dari adanya kesamaan metode yang digunakan dalam jurnal palsu tersebut. Hasil penelusuran di situs NEJM juga tidak ditemukan jurnal berjudul SARS-CoV-2 Recombinant COVID-19 Vaccine has shown to increase penis lenght by 3 inches in some individuals.

“Studi itu tipuan. Kesalahan ejaan dan tata bahasa dan jelas bahasa non-akademis yang terkandung dalam artikel dengan mudah menunjukkan bahwa itu dimaksudkan untuk menjadi humor, tetapi bukti pasti dapat ditemukan dalam fakta bahwa artikel tersebut menyalin dan menempel seluruh bagian dari studi nyata, yang sebenarnya diterbitkan di New England Journal of Medicine pada 10 Desember 2020,” kutip Snopes. (f)


Baca Juga: 
Vaksinasi untuk Capai Herd Immunity
Siapa Saja Yang Tidak Bisa Menerima Vaksin COVID-19 Buatan Sinovac?
BPOM Sebut Efikasi Vaksin Sinovac 65,3 Persen, Apa Artinya?



Faunda Liswijayanti


Topic

#3m, #ingatpesanibu, #covid19, #corona

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?